Video

Video: Rupiah Melemah Efek Perang, Ongkos Produksi Petrokimia Melonjak

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Selasa, 12/05/2026 10:57 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Kian panasnya gejolak perang Timur Tengah hingga Rusia Vs Ukraina telah berdampak pada meningkatkan kekhawatiran industri petrokimia nasional.

Ketua Umum Asosiasi Industri Penghasil Petrokimia Indonesia (AIPP), Hari Supriyadi mengatakan ketegangan geopolitik global setidaknya memberi 2 dampak utamanya. Dimana ketidakpastian pasokan bahan baku petrokimia di pasar global serta kenaikan harga bahan baku di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah membuat Harga Pokok Produksi (HPP) melonjak.

Ketergantungan industri petrokimia terhadap bahan baku impor ini memaksa dunia usaha untuk meningkatkan efisiensi agar dapat bertahan. Pelaku industri berharap dukungan pemerintah terhadap industri petrokimia untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri, salah satunya pemanfaatan Natural Gasoline (Pentana Plus), namun harga jualnya masih cukup tinggi bagi industri sehingga diharapkan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) juga bisa diterapkan pada industri pertokimia.

Lalu seperti apa dampak dan strategi industri petrokimia hadapi dampak perang? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Industri Penghasil Petrokimia Indonesia (AIPP), Hari Supriyadi dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Senin, 11/05/2026)

Add as a preferred
source on Google