Video

Video: Cadangan Bauksit Terbentur HGU, Ekspansi Refinery Terancam?

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 17:05 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah peningkatan permintaan bauksit global, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memandang pentingnya kebijakan moratorium pembangunan refinery alumina dan aluminium di Indonesia.

Menanggapi wacana moratorium smelter alumina dan aluminium ini, Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto memandang bahwa usulan ini terlalu berlebihan mengingat industri smelter bauksit sedang dalam jalur pertumbuhan hilirisasi sektor bauksit dan fasilitas pemurnian (refinery) bauksit baru beroperasi 3 hingga 4 smelter.

ABI memandang cadangan bauksit cukup untuk mengolah refinery hingga 25-30 tahun sehingga pengolahan bauksit ke alumina sudah lama jalur yang tepat. Sejumlah data mencatat cadangan bauksit RI bisa mencapai 1,6 miliar metrik ton, hanya saja persoalan lokasi cadangannya di Kalimantan barat, Kalimantan tengah hingga Riau mayoritas berhimpitan dengan perkebunan dan HGU sehingga perlu penataan kerjasama B2B dan aturan pendukung.

Seperti apa tantangan pemenuhan pasokan bauksit ke refinery? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 11/05/2026)

Add as a preferred
source on Google