Sah! Pertagas Resmi Jadi Operator Pipa Gas Cisem 2
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Gas (Pertagas), sebagai bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero), resmi ditunjuk menjadi operator Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II).
Penunjukan tersebut dilakukan pada bulan April 2026 lalu setelah Pertagas memenangkan proses tender yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui BLU LEMIGAS.
Pengelolaan aset pipa Cisem Tahap II ditugaskan kepada LEMIGAS berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026. Selanjutnya, LEMIGAS kemudian bekerja sama dengan mitra dalam pemanfaatan aset tersebut.
Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring mengatakan, penugasan ini menjadi milestone penting peran perusahaan yang sebelumnya telah ditunjuk menjadi operator Cisem I sejak 2023.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan andal menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi nasional berbasis gas bumi.
"Ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan handal adalah kunci untuk mempercepat transisi energi nasional dengan gas bumi. Energi yang disalurkan akan meningkatkan lifting Migas di hulu, memenuhi kebutuhan industri, serta membuka lapangan kerja baru," ungkapnya, Senin (11/05/2026).
Pipa Cisem 2, imbuh Indra, merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kementerian ESDM yang mengintegrasikan infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia. Sumur gas bumi akan lebih mudah dan luas menjangkau pasar pengguna gas bumi, karena saat ini infrastrukturnya telah terhubung melalui Pipa Transmisi Gresik-Semarang dan pipa Cirebon-Semarang sehingga dapat menyalurkan gas ke industri di Jawa Barat.
Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengalirkan gas perdana (gas-in) guna pengujian proyek Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II pada pertengahan Maret 2026 lalu.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung pada Rabu (18/3/2026), setelah seluruh pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) rampung pada 5 Maret 2026 dan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) 1.
Direktur Teknik & Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo menambahkan, jaringan Pipa Cisem II saat ini sudah terintegrasi dengan Ruas Pipa CISEM I di Station Kawasan Industri Batang (KITB) di Jawa Tengah yang dioperasikan Pertagas dan Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Operation West Java Area milik Pertagas.
"Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi yang akan memberikan fleksibilitas pengoperasian dan kehandalan infrastruktur gas bumi, khususnya ruas pipa yang kami operasikan," ujar Agung.
Ia menambahkan, terintegrasinya Pipa Cisem II dengan infrastruktur transmisi gas bumi nasional di lingkungan Subholding Gas ini tidak hanya memperkuat pasokan energi bagi sektor strategis seperti kilang, pupuk, dan pembangkit listrik, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan Gas untuk Rumah Tangga dan UMKM di sepanjang jalur pipa. Upaya ini diharapkan memperluas akses energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Lebih lanjut, integrasi ini juga membuka peluang peningkatan lifting migas di sektor hulu, optimalisasi utilisasi pipa di midstream, serta pemenuhan kebutuhan gas industri yang terus meningkat.
"Sehingga proyek ini memiliki multiplier effect yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.
Sebagai perusahaan infrastruktur energi, Pertagas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung integrasi jaringan transmisi gas bumi nasional guna memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
(wia) Add
source on Google