Ini Bocoran Proyek KRL Cikarang-Karawang

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Sabtu, 09/05/2026 20:15 WIB
Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana elektrifikasi jalur kereta api Cikarang-Cikampek tampaknya semakin terwujud, di mana pemerintah mulai menggelar pertemuan dengan jajaran terkait untuk membahas rencana elektrifikasi jalur tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan rapat pembahasan rencana pembangunan elektrifikasi jalur kereta api lintas Cikarang-Karawang hingga Cikampek bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Jakarta dan Banten.

Kegiatan ini sejalan dengan Program dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 22 April lalu di Stasiun Tanah Abang.


"Elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemprov Jawa Barat. Terdapat permintaan dan pergerakan masyarakat yang cukup tinggi di wilayah Cikarang dan sekitarnya, akan kesediaan angkutan umum massal berbasis KRL," kata Dishub Jawa Barat dalam paparannya di rapat tersebut, dikutip dari Instagram @btpjakarta, Sabtu (9/5/2026).

Rapat koordinasi tersebut menekankan pentingnya percepatan pengembangan jaringan transportasi berbasis rel melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan badan usaha. Sejalan dengan arahan tersebut, pembahasan elektrifikasi lintas Cikarang-Cikampek menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendorong peningkatan layanan angkutan massal di wilayah aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.

Foto: Commuter Line melintas di Kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Iindonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA) Kemenhub mengatakan elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek sudah masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) DJKA 2025-2029.

"Elektrifikasi jalur Cikarang - Cikampek merupakan salah satu kegiatan peningkatan yang telah masuk di dalam Renstra DJKA Tahun 2025 - 2029 yang direncanakan dapat terlaksana dan selesai di akhir tahun 2029," kata LLAKA.

Saat ini, rencana elektrifikasi tersebut telah memasuki tahap review Detail Engineering Design (DED) elektrifikasi Cikarang - Cikampek pada 2011.

Namun, setelah lebih dari satu dekade serta seiring perkembangan wilayah, peningkatan kebutuhan transportasi, dan perubahan standar teknis, dokumen tersebut dinilai sudah tidak lagi relevan.

Pada tahap penyusunan DED, fokus kegiatan meliputi perancangan teknis berbagai komponen infrastruktur, antara lain pembangunan gardu traksi, pemasangan jaringan listrik aliran atas (LAA), peningkatan stasiun dan pembangunan Depo termasuk stabling.

Melalui penyusunan DED ini, diharapkan seluruh aspek teknis, operasional, pembiayaan, serta integrasi antarmoda dapat dirancang secara komprehensif sehingga mendukung kelancaran implementasi pada tahap pembangunan.

Sementara itu, berdasarkan data penumpang jalur Cikarang-Cikampek dari Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta, penggunanya mencapai 85,9 juta orang per tahun dengan rata-rata 235.000 per hari.

Peningkatan pengguna KA Commuter Line Lokal Walahar Ekspres relasi Cikarang - Purwakarta meningkat menjasi 4 juta lebih pada 2025, dari sebelumnya 2,1 juta orang pada 2022.

Sedangkan KA Commuter Line Lokal Jatiluhur relasi Cikarang - Cikampek, jumlah pengguna meningkat menjadi 1,2 juta orang di 2025, dari sebelumnya 219.000 orang pada 2022.

Pada kuartal pertama 2026, tercatat lebih dari 346.000 pengguna telah memanfaatkan layanan kereta api ini.

Dengan di rencanakannya Elektrifikasi antara Cikarang - Karawang dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa kereta api.

Selain pembahasan terkait dengan rencana peningkatan pada lintas Cikarang - Cikampek, dalam kesempatan kali ini, PT JABABEKA Infrastruktur menyampaikan niatnya untuk melakukan pengembangan Stasiun Lemah Abang, dimulai dari penyediaan park and ride hingga rencana pengembangan konsep kawasan menggunakan skema TOD (Transit Oriented Development).

Kawasan Industri Cikarang berkontribusi sginifikan terhadap Produk Domesti Bruto (PDB) Nasional. Namun, efisiensi kawasan ini terdegradasi oleh isu konektivitas.

"Pertumbuhan kawasan industri ke arah timur (Jababeka Tahap II, Deltamas, GIIC) tidak diimbangi dengan perpanjangan jangkauan transportasi massal berbasis rel (rail-bassed mass transit). Pengembangan Park and Ride Lemah Abang memanfaatkan lahan Jababeka untuk merespon perpanjangan Commuter Line (KRL) sebagai keqiatan perstasiunan dan stasiun eksisting untuk peron," kata Jababeka Infrastruktur.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bergantung Gandum & Kedelai Impor, Jadi PR Ketahanan Pangan RI


Related Articles