Gunung Dukono di Malut Meletus, 20 Pendaki Hilang-Jatuh Korban Jiwa

luc, CNBC Indonesia
Jumat, 08/05/2026 12:53 WIB
Foto: Asap putih kelabu dari aktivitas erupsi Gunung Dukono membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kawasan Pemerintahan, Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5). (Dok: BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 20 pendaki dilaporkan hilang usai Gunung Dukono di Pulau Halmahera pada Jumat (8/5/2026). Dari jumlah itu, sembilan orang diketahui berasal dari Singapura.

Letusan Gunung Dukono di Halmahera memuntahkan kolom asap setinggi sekitar 10 kilometer ke udara, memicu kekhawatiran terhadap keselamatan para pendaki yang masih berada di kawasan gunung.

"Kami sedang menuju lokasi. Belum dapat dipastikan apakah ada korban luka. Berdasarkan laporan, ada sekitar 20 orang yang sedang dicari," kata pejabat penyelamat setempat, Iwan Ramdani, kepada AFP.


Ia memastikan bahwa seluruh orang yang dicari merupakan pendaki, meskipun kawasan tersebut sebenarnya telah ditutup untuk pengunjung sejak 17 April lalu setelah ilmuwan mencatat peningkatan aktivitas vulkanik.

Sementara itu, laporan lain menyebutkan dua orang telah diketahui meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

"Informasi dari BPBD seperti itu (2 orang meninggal dunia)," kata Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu dilansir detikcom.

Erlichson mengatakan dua orang yang meninggal dunia itu warga negara China dan Singapura. Namun, dia belum membeberkan identitasnya.

Kepala Badan Geologi pemerintah Indonesia, Lana Saria, mengatakan letusan yang terjadi pada dini hari itu disertai suara dentuman keras dan kolom asap tebal yang membubung sekitar 10 kilometer.

"Arah sebaran abu condong ke utara, sehingga kawasan pemukiman dan Kota Tobelo perlu waspada hujan abu vulkanik," kata Lana.

Ia menambahkan bahwa asap vulkanik tersebut berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat serta mengganggu layanan transportasi di wilayah sekitar.

Gunung Dukono sendiri saat ini berada pada level siaga tertinggi ketiga dalam sistem peringatan empat tingkat milik Indonesia.

Sejak Desember lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah merekomendasikan agar wisatawan maupun pendaki tidak mendekati radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang di Gunung Dukono.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,6 Di Maluku Utara