MARKET DATA

Apa Itu CNG? Ini Pengertian, Spesifikasi dan Penggunaannya

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
07 May 2026 19:20
Karyawan melakukan pengecekan tabung Gaslink disalah satu rumah makan di Jakarta, Selasa (14/12/2021). PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memperkenalkan kembali Gaslink C-Cyl dengan kemasan yang lebih fresh, Gaslink C-cyl adalah Compressed Natural Gas
Foto: Gaslink (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengkaji gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) untuk bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak untuk konsumen rumah tangga sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Bahkan lebih masif, CNG akan menggantikan produk LPG 3 kilo gram (kg) yang selama ini disubsidi pemerintah.

Alasannya, produksi LPG domestik saat ini masih terbatas karena keterbatasan kandungan propana dan butana pada hidrokarbon hasil produksi migas di dalam negeri. Padahal, kedua kandungan tersebut diperlukan untuk memproduksi LPG. Akibatnya, Indonesia masih bergantung pada impor LPG dari negara lain dalam jumlah besar.

Kementerian ESDM mencatat, kebutuhan LPG dalam negeri mencapai 8,6 juta ton per tahun. Sekitar 1,6-1,7 juta ton dari kebutuhan tersebut bisa diproduksi di dalam negeri, namun sisanya masih mengandalkan impor. Jika dihitung, porsi impor LPG dalam negeri mencapai 80-84% dari kebutuhan dalam negeri.

Jalan keluar jeratan impor yang tengah dikaji pemerintah saat ini adalah dengan mensubstitusi peran LPG menjadi CNG. CNG dinilai lebih tersedia pasokannya dalam negeri karena jumlah gas alam yang diproduksi nasional melimpah.

Lantas, apa itu CNG? Simak ulasannya berikut ini.

Pengertian dan Spesifikasi CNG

Bila mengacu pada definisi dari Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas Untuk Transportasi Jalan, CNG merupakan gas yang bersumber dari gas bumi dengan unsur metana (C1).

Gas tersebut dimampatkan dan disimpan dalam tabung bertekanan khusus agar lebih mudah diangkut dan disimpan, serta digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

Melansir laman resmi PT PGN (PGAS), gas alam itu sendiri terdiri dari campuran unsur seperti hidrokarbon yang terdiri dari metana (C1), etana (C2), propana (C3), dan butana (C4). CNG sendiri terdiri dari 95% kadar metana.

Saking beragamnya unsur gas alam, pengolahan dan pemanfaatannya pun berbeda-beda. Gas alam bisa diolah menjadi LPG, jadi Liquefied Natural Gas (LNG), termasuk pula menjadi CNG.

Memahami perihal CNG juga kerapkali disertai dengan pemahaman terhadap LPG dan Liquefied Natural Gas (LNG). Namun tentunya perlu dicatat bahwa CNG, LPG, dan LNG adalah tiga hal yang berbeda.

Perbedaan utama antara CNG, LPG, dan LNG terletak pada keadaan fisiknya dan tekanan penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, sementara LPG dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. LNG, di sisi lain, diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah.

Pemanfaatan CNG

Pemanfaatan CNG pun bisa untuk berbagai sektor. Mulai dari sektor transportasi, industri, hingga rumah tangga. Berikut penjelasannya melansir laman resmi PGN:

Sektor transportasi

Misalnya pada sektor transportasi, CNG digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional.

Kendaraan CNG menghasilkan jumlah oksida nitrogen dan partikulat yang lebih sedikit, membantu mengurangi dampak negatif terhadap kualitas udara.

Sektor industri

CNG pada sektor industri digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai proses manufaktur. Kebersihan dan efisiensi CNG menjadi pilihan sumber energi ramah lingkungan dan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan energi industri.

Sektor rumah tangga

Nah di sektor ini, CNG juga bisa berperan sebagai alternatif LPG untuk keperluan memasak dan pemanasan air. Penggunaan CNG dalam rumah tangga dinilai lebih menguntungkan dari segi ekonomi dan dampak lingkungan yang lebih positif.

Keunggulan CNG

Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) sempat membeberkan sejumlah keunggulan penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG untuk kebutuhan masyarakat.

Ketua APLCNGI Dian Kuncoro menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki cadangan gas bumi yang jauh lebih melimpah dibandingkan dengan cadangan minyak bumi. Menurutnya, CNG menawarkan fleksibilitas distribusi karena mampu menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit ditembus oleh jaringan pipa gas konvensional.

"Bicara bagaimana pemanfaatan gas bumi ini untuk rumah tangga salah satu yang efektif dan efisien yang sudah ada itu memang melalui klaster pipa. Dan itu bisa melayani untuk wilayah-wilayah yang jauh dari pipa," ungkapnya dalam acara diskusi energi yang diselenggarakan oleh ASPEBINDO, dikutip Kamis (7/5/2026).

Di samping itu, keunggulan lain dari sisi teknologi penyimpanan gas mulai beralih menggunakan material komposit atau karbon. Inovasi tabung CNG memiliki bobot yang jauh lebih ringan dan daya tahan yang lebih kuat dibandingkan dengan tabung besi Tipe 1 yang selama ini digunakan dalam industri gas.

Penggunaan CNG untuk sektor rumah tangga juga dapat dilakukan melalui model klasterisasi pipa yang sudah diimplementasikan di beberapa wilayah seperti Yogyakarta dan Sleman. Skema itu memungkinkan masyarakat menikmati aliran gas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ketersediaan infrastruktur pipa transmisi nasional.

Lebih lanjut, penggunaan CNG juga memiliki keuntungan dari sisi keekonomian bisnis yang lebih stabil.

Perbedaan CNG dan LPG

APLCNGI mencatat, terdapat berbagai perbedaan antara LPG dan CNG, berikut rangkumannya:

LPG

  • Komposisi utama: Campuran gas Propana (C3H8) dan Butana (C4H10)
  • Bentuk Penyimpanan: Disimpan dalam bentuk cair dengan tekanan rendah.
  • Wadah Penyimpanan: Menggunakan tabung gas konvensional ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg.
  • Penggunaan Utama: Fokus pada konsumsi rumah tangga, restoran, dan industri kecil.
  • Kelebihan: Sangat praktis karena mudah didistribusikan dan digunakan oleh masyarakat luas.
  • Kekurangan: Memiliki tingkat emisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gas alam.

CNG

  • Komposisi utama: Metana (CH4)
  • Bentuk Penyimpanan: Tetap dalam bentuk gas yang dimampatkan dengan tekanan sangat tinggi (200-250 bar).
  • Wadah Penyimpanan: Menggunakan tabung silinder khusus (untuk menahan tekanan tinggi).
  • Penggunaan Utama: Saat ini lebih banyak digunakan untuk transportasi (bus, mobil), industri, dan pembangkit listrik kecil.
  • Kelebihan: Lebih ramah lingkungan (emisi rendah) dan secara biaya lebih hemat.
  • Kekurangan: Distribusinya masih terbatas karena kendala teknis pada penyimpanan tekanan tinggi.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Usul ke Prabowo: RI Gencarkan Produksi CNG Demi Tekan Impor LPG


Most Popular
Features