Para CEO "Shenzhen" Jawa Barat Ngumpul, Bahas Apa?

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 07/05/2026 16:45 WIB
Foto: Rebana CEO Club 2026 di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, Senin, (4/5/2026). (Dok. Badan Pengelola Kawasan Rebana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana) mulai membentuk ekosistem talenta untuk memastikan pertumbuhan investasi di koridor ekonomi baru Jawa Barat (Jabar) tersambung dengan penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan keterampilan, dan agenda
pembangunan berkelanjutan. 

Hal ini terungkap dalam Rebana CEO Club 2026 yang digelar Senin (4/5/2026) di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat. Forum ini dihadiri lebih dari 70 pemangku kepentingan di Rebana ini mempertemukan pelaku industri, pengembang kawasan, lembaga keuangan, institusi pendidikan, asosiasi usaha, serta mitra pembangunan untuk menyelaraskan kebutuhan industri dengan kesiapan sumber daya manusia di kawasan Rebana.

Sebagai informasi, Kawasan Rebana mencakup Cirebon, Patimban, Kertajati, merupakan koridor ekonomi baru di Jawa Barat, yang disebut-sebut sebagai "Shenzhen" Indonesia. Ini mengacu kota metropolitan modern di Provinsi Guangdong, China Selatan, yang jadi markas raksasa-raksasa teknologi dan inovasi China.


Dalam Rebana CEO Club 2026 itu diperkenalkan Dayarebana.id. Platform kolaborasi yang dikembangkan sebagai inisiatif bersama stakeholder di Kawasan Rebana. Disebutkan, Dayarebana.id tidak diposisikan sebagai inisiatif tunggal, melainkan sebagai instrumen bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak.

Melalui platform ini, kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipetakan lebih dini, sementara lembaga pendidikan dan pelatihan dapat menyesuaikan programnya dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di lapangan

"Platform ini diharapkan menjadi ruang temu antara industri, lembaga pendidikan, pelatihan vokasi, pemerintah daerah, dan pencari kerja dalam membangun rantai pasok tenaga kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan investasi," kata Kepala Pelaksana BP Rebana Helmy Yahya, dikutip Kamis (7/5/2026).

"Rebana saat ini dalam momentum penting sebagai kawasan pertumbuhan baru. Namun, keberhasilan Rebana tidak cukup hanya diukur dari peningkatan investasi, melainkan juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu tersambung dengan penguatan kapasitas masyarakat daerah," tambahnya.

Kata Helmy, Rebana terus tumbuh dan semakin menguat sebagai koridor ekonomi strategis Jawa Barat.

Dia memaparkan, realisasi investasi di Kawasan Rebana pada tahun 2025 tumbuh 56% dibandingkan tahun
sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kawasan juga mencapai 5,12%, dengan investasi yang menyerap sekitar 86 ribu tenaga kerja.

"Capaian tersebut memperlihatkan Rebana semakin berperan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Barat," ucapnya.

"Tapi pertumbuhan ini harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Tantangan kita bukan hanya menarik investasi, melainkan memastikan investasi yang masuk mampu
membuka peluang kerja, meningkatkan kapasitas masyarakat lokal, dan memberi manfaat maksimal bagi daerah," ujarnya.

Disebutkan, dalam Rebana CEO Club 2026 itu, BP Rebana mendorong kolaborasi lintas sektor untuk
menjawab tantangan SDM. Dayarebana.id disebut jadi salah satu quick win upaya kolaboratif tersebut.

Ditambahkan, pengembangan SDM Rebana tidak lagi bersifat reaktif setelah industri beroperasi, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan kawasan sejak awal. Pendekatan ini penting agar pertumbuhan investasi dapat dikonversi menjadi peluang kerja lokal, peningkatan kompetensi, dan penguatan daya saing tenaga kerja daerah

Diskusi menghadirkan CEO PT DayaLima Abisatya Daniel Simeon Tumiwa, Consultant ESG BDO Indonesia Bayu Wardana Putra, dan Director HRD VinFast Automobile Indonesia Hendri Nata.

Praktik keterhubungan antara investasi dan tenaga kerja lokal mulai terlihat dari kehadiran PT VinFast Automobile Indonesia di Subang. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut mengembangkan pabrik seluas 171 hektare (ha) di Kawasan Rebana, dengan target kapasitas produksi hingga 50 ribu unit per tahun pada fase pertama. Dari sisi ketenagakerjaan, VinFast telah menyerap 61% tenaga kerja dari Subang. Capaian tersebut menunjukkan, investasi berskala besar dapat memberikan dampak langsung bagi daerah apabila didukung strategi rekrutmen, pelatihan, dan kolaborasi lokal yang tepat.

Selain sektor industri dan ketenagakerjaan, kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Bank BJB. Dalam forum tersebut, Bank BJB menegaskan perannya dalam mendukung pertumbuhan Kawasan Rebana melalui layanan keuangan terintegrasi, termasuk pembiayaan bagi investor dan pengelola kawasan, layanan bagi tenant dan karyawan, serta dukungan terhadap ekosistem usaha.

"Rebana diproyeksikan menjadi salah satu koridor ekonomi paling strategis di Jawa Barat. Dengan investasi yang terus tumbuh, kehadiran industri baru, serta dukungan infrastruktur kawasan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Rebana tidak hanya berkembang sebagai pusat industri, tetapi juga sebagai kawasan pertumbuhan yang memberi manfaat
nyata bagi masyarakat lokal," kata Helmy.

Foto: Rebana CEO Club 2026 di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, Senin, (4/5/2026). (Dok. Badan Pengelola Kawasan Rebana)


(dce/dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sanur & Tanjung Benoa Akan Jadi Pusat Keuangan Khusus di Bali