MARKET DATA
Internasional

Terungkap! Putin Punya Sekolah Intelijen, Bisa Atur Pemilu Negara Lain

tps,  CNBC Indonesia
07 May 2026 21:10
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di kediaman Novo-Ogaryovo di luar Moskow, Rusia, Jumat, 14 Maret 2025. (Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di kediaman Novo-Ogaryo vo di luar Moskow, Rusia, Jumat, 14 Maret 2025.(AP/Mikhail Metzel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui mengunjungi kampus Bauman Moscow State Technical University yang terletak di tepi Sungai Yauza, Moskow Timur, pada Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Putin berkeliling kampus dan bertemu dengan para mahasiswa sarjana sembari membanggakan rencana ambisius Moskow untuk misi luar angkasa ke Bulan dan Mars.

Mengutip laporan investigasi The Guardian, dalam pertemuan tersebut, Putin memberikan motivasi kepada para mahasiswa dengan menyatakan bahwa mereka memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk menjadi kompetitif di kancah dunia. Namun, laporan resmi Kremlin mengenai kunjungan tersebut sama sekali tidak menyebutkan keberadaan sebuah fakultas rahasia di dalam universitas tersebut yang dikenal sebagai Departemen 4 atau "Pelatihan Khusus".

Fakultas ini menjadi tempat bagi sekelompok mahasiswa terpilih yang dipersiapkan secara diam-diam untuk berkarier di GRU, yakni direktorat intelijen militer Rusia. Para agen dari direktorat ini dikenal telah meretas parlemen negara-negara Barat, meracuni pembangkang di luar negeri, hingga mencampuri urusan pemilu di seluruh Eropa dan Amerika Serikat.

Mantan pejabat senior pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa proses rekrutmen ini sering kali dimulai sejak masa sekolah, di mana calon agen dipantau sebelum akhirnya masuk ke Bauman dan bergabung dengan dinas rahasia. Menurut sumber tersebut, skema ini merupakan bagian dari jalur pipa kaderisasi intelijen yang sistematis.

Jalur langsung dari salah satu institusi paling bergengsi di Rusia menuju aparat intelijen militer ini terungkap melalui lebih dari 2.000 dokumen internal Bauman yang diperoleh oleh konsorsium jurnalis dari enam media, termasuk The Guardian, Der Spiegel, Le Monde, The Insider, Delfi, dan VSquare. Dokumen yang mencakup aktivitas hingga tahun 2025 tersebut memuat silabus kursus, catatan ujian, kontrak staf, hingga penempatan karier lulusan di unit siber paling ditakuti.

Kurikulum Rahasia

Bauman, yang didirikan pada tahun 1830, selama ini memang tidak menyembunyikan hubungan dekatnya dengan militer sebagai pencetak insinyur roket dan senjata sejak era Uni Soviet. Dalam sebuah surat internal tahun 2013 yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan saat itu, Sergei Shoigu, rektor universitas menuliskan bahwa lembaga tersebut melakukan lebih banyak penelitian dan pengembangan dibandingkan institusi pendidikan tinggi lainnya di Rusia, di mana lebih dari 40% riset dilakukan demi kepentingan kementerian pertahanan.

Departemen 4 sendiri berada di dalam pusat pelatihan militer universitas dan terbagi menjadi tiga aliran spesialis, dengan kode paling menonjol yakni 093400 yang bertajuk "Layanan Pengintaian Khusus". Dokumen menunjukkan bahwa GRU memegang kendali penuh atas proses rekrutmen dan pemberian nilai, bahkan mengirimkan perwiranya sendiri untuk menguji mahasiswa dan menyetujui penempatan kerja mereka.

Departemen ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Kirill Stupakov, seorang perwira intelijen sinyal yang menandatangani kontrak tiga tahun pada 2022 dengan Unit GRU 45807. Di Bauman, Stupakov mengajar mahasiswa untuk menguasai penyadapan elektronik dan pengawasan terselubung, menggunakan perangkat penyamaran seperti detektor asap yang berfungsi sebagai kamera hingga kabel monitor yang mampu mengambil tangkapan layar secara diam-diam.

Pengajar lainnya yang tercatat adalah Mayor Jenderal Viktor Netyksho, seorang perwira yang terkena sanksi Barat karena memimpin kelompok peretas Fancy Bear yang didakwa Amerika Serikat atas campur tangan dalam pemilu 2016. Dalam kursus "Pertahanan Terhadap Pengintaian Teknis", mahasiswa diajarkan teknik peretasan modern mulai dari serangan kata sandi hingga pembuatan virus komputer sebagai bagian dari tugas akhir.

Selain tugas peretasan, kurikulum tersebut juga mencakup perang informasi, di mana mahasiswa tingkat lanjut ditugaskan membuat video media sosial menggunakan manipulasi dan propaganda tersembunyi. Materi pengajaran pun dipenuhi dengan doktrin Kremlin, yang menyebutkan bahwa perang di Ukraina tidak terhindarkan dan menuduh adanya genosida terhadap warga Rusia di Donbas yang didukung oleh negara-negara Eropa.

Dari Ruang Kuliah ke Unit Sandworm

Berdasarkan dokumen yang ada, salah satu mahasiswa bernama Daniil Porshin yang lulus pada musim semi 2024 langsung ditempatkan di unit Fancy Bear setelah meraih nilai hampir sempurna selama enam tahun kuliah. Meskipun tidak semua mahasiswa lulus karena penilaian ketat dari perwira GRU, setidaknya 15 orang dari angkatan Porshin diarahkan masuk ke unit-unit GRU.

Salah satu lulusan bahkan ditempatkan di Unit 74455 di kota Anapa yang dikenal oleh pemerintah Barat sebagai unit peretas Sandworm. Unit Sandworm telah dituduh melakukan serangan siber paling merusak dalam satu dekade terakhir, termasuk menyerang jaringan listrik Ukraina pada 2015 dan mengganggu kampanye kepresidenan Emmanuel Macron di Prancis pada 2017.

Pihak Universitas Bauman, Netyksho, Stupakov, maupun Porshin tidak memberikan tanggapan saat dimintai keterangan oleh konsorsium jurnalis mengenai tuduhan ini. Para pakar intelijen menyarankan bahwa Rusia terus meningkatkan serangan "hibrida" terhadap sekutu Ukraina di Eropa melalui kampanye sabotase dan gangguan siber yang tetap berada di bawah ambang batas respons militer terbuka.

Mantan pejabat pertahanan Rusia menambahkan bahwa meskipun dokumen ini memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya, Bauman hanyalah salah satu dari segelintir universitas elit yang digunakan untuk merekrut bakat-bakat luar biasa ke dalam struktur intelijen. Ia menyebutkan bahwa universitas lain, seperti Mirea, juga memiliki peran yang sangat krusial dalam melatih para peretas Rusia.

"Bauman adalah salah satu dari segelintir universitas elit yang digunakan untuk mengidentifikasi siswa berbakat guna direkrut ke dalam struktur militer dan intelijen," kata sumber tersebut dalam laporan yang dipublikasikan pada Kamis.

(tps/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Intel Putin Warning Akan Ada Kudeta Massal, Negara Ini Biang Keroknya


Most Popular
Features