MARKET DATA
Internasional

Iran Minggir! Eropa Resmi Jadi "Target Baru" Serangan Trump

sef,  CNBC Indonesia
07 May 2026 09:40
Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Nathan Howard)
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini "menyerang" Eropa. Trump menuduh Eropa sebagai "inkubator" terrorisme.

Hal ini dipicu migrasi massal di benua tersebut. Tudingan sendiri muncul secara gamblang di "strategi kontra-terorisme baru" yang diumumkan pada hari Rabu waktu setempat.

Sebenarnya, strategi ini juga berfokus pada pemberantasan ekstremis sayap kiri yang melakukan kekerasan termasuk kelompok "radikal pro-transgender" di AS, seiring pemerintahan konservatif Trump meningkatkan serangan politiknya terhadap lawan-lawannya. Strategi ini juga menempatkan kartel narkoba di Amerika sebagai pusat upaya kontra-terorisme.

Namun, beberapa bahasa yang paling keras justru ditujukan untuk Eropa. Padahal Eropa adalah sekutu AS, yang otomatis meningkatkan kekhawatiran bahwa benua itu kini akan menjadi sasaran baru pemerintahan Trump.

"Jelas bagi semua orang bahwa kelompok-kelompok musuh yang terorganisir dengan baik mengeksploitasi perbatasan terbuka dan cita-cita globalis terkait. Semakin berkembang budaya asing ini, dan semakin lama kebijakan Eropa saat ini bertahan, semakin terjamin terorismenya," kata strategi tersebut, dikutip AFP, Kamis (7/5/2026).

"Sebagai tempat kelahiran budaya dan nilai-nilai Barat, Eropa harus bertindak sekarang dan menghentikan kemundurannya yang disengaja," kata strategi tersebut, yang dipimpin oleh koordinator kontra-terorisme Sebastian Gorka, yang telah dituduh memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok sayap kanan ekstrem.

Jika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya kritik baru terhadap Eropa ini muncul hanya beberapa bulan setelah strategi keamanan nasional baru Trump mengatakan bahwa benua itu menghadapi "penghapusan peradaban" karena imigrasi. Trump juga baru-baru ini mengecam sekutu NATO Eropa karena gagal membantu perangnya melawan Iran.

Kelompok-kelompok sayap kiri merupakan perhatian utama bagi pemerintahan Trump, dengan strategi yang menargetkan apa yang disebutnya "Ekstremis Sayap Kiri yang Kejam, termasuk Anarkis dan Anti-Fasis". Disebutkan bahwa upaya kontra-terorisme AS akan "memprioritaskan identifikasi dan netralisasi cepat kelompok-kelompok politik sekuler yang melakukan kekerasan dan ideologinya anti-Amerika, sangat pro-transgender, dan anarkis".

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Caci Maki Eropa, Sebut Busuk & Lemah


Most Popular
Features