MARKET DATA

Asing Serbu Surat Utang RI, Purbaya: Harusnya Rupiah Menguat!

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
05 May 2026 18:08
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/PerekonomianRI)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/PerekonomianRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, aliran modal asing kini makin deras masuk ke Indonesia. Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi pertanda bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Data Purbaya sampai dengan akhir April 2026, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia secara akumulasi telah mencapai Rp 10,4 triliun netonya. Terutama didorong oleh masuknya inflow khusus pada April 2026 saja yang senilai Rp 38,5 triliun.

Ia mengatakan, total inflow pada April 2026 itu ditopang oleh dana investor yang mengalir ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 13,4 triliun, meski secara akumulasi tahun berjalan masih outflow 11,7 triliun. SRBI inflow Rp 42,2 triliun dan tahun berjalan inflow Rp 72 triliun, serta saham yang masih outflow Rp 17 triliun pada April 2026, dengan total sejak Januari 2026 juga outflow Rp 49,9 triliun.

"Terutama di SBN dan SRBI, itu yang masih keluar sedikit di saham," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Purbya menuturkan, realisasi pertumbuhan ekonomi yang mampu tumbuh cepat pada kuartal I-2026 sebesar 5,61% seharusnya akan menjadi sentimen positif yang makin membuat investor percaya diri untuk memegang aset investasi portofolio di Indonesia.

Ia pun percaya diri, dengan kondisi inflow ini akan memperkuat kurs rupiah ke depannya. Meskipun saat ini tekanan rupiah masih terus berlanjut dengan pelemahan mencapai level di atas Rp 17.400/US$.

"Apalagi sekarang mereka melihat fondasi ekonomi kita sekarang bagus, setelah sebelumnya banyak noice kita mau jelek, hancur, mau inilah mau itu, dengan ini harusnya makin banyak yang masuk dan harusnya rupiah akan menguat sesuai kondisi fundamentalnya," papar Purbaya.

Sebagaimana diketahui, Nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 pada siang ini, Selasa (5/5/2026).

Melansir data Refinitiv, pada pukul 11.15 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp17.425/US$ atau terdepresiasi 0,35%.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah dibuka melemah 0,09% di level Rp17.380/US$.

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia terkontraksi 0,77% (quarter-to-quarter/qoq).

Sebagai catatan, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,40% yoy. Sementara secara kuartalan, ekonomi diperkirakan terkontraksi 1,0% qoq. Meski data pertumbuhan ekonomi lebih baik dari ekspektasi, rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan.

(arj/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tiba-tiba Asing Kembali Serbu RI, Purbaya Beri Bukti Ini!


Most Popular
Features