Pokoknya Kata Bahlil Harga BBM-LPG Subsidi Tak Naik Sampai 31 Desember
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Sekalipun terjadi lonjakan harga minyak mentah dunia.
Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan sambutan pada acara Business Forum Himpunan Alumni IPB University Sabtu (2/5/2026).
"Saya janjikan kepada bapak-ibu semua ya, sampai 31 Desember sekalipun harga ICP 100 dolar, Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik," kata Bahlil dalam acara tersebut.
Meski begitu, Bahlil mengungkapkan, beban subsidi energi masih sangat besar bagi negara. Sebagai contoh subsidi LPG, sejak program konversi minyak tanah ke LPG dimulai pada periode 2006-2007, harga LPG subsidi tidak pernah mengalami penyesuaian.
"Itu di zamannya Pak SBY dan Pak JK di periode pertama tuh. Tahu nggak? Itu harga LPG subsidinya sejak pertama kali sampai sekarang nggak pernah kita ubah-ubah," ujar Bahlil.
Akibatnya, beban yang harus ditanggung pemerintah terus meningkat. Saat ini, setidaknya total belanja LPG mencapai sekitar Rp137 triliun per tahun, dengan porsi subsidi yang ditanggung negara berkisar Rp80 hingga Rp87 triliun per tahun.
Ia pun menjelaskan kebutuhan LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Namun, kapasitas produksi dalam negeri hanya 1,9 juta ton.
Sementara, dari kapasitas tersebut, realisasi produksi maksimal hanya berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta ton per tahun. Hal ini membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun.
"Kenapa LPG kita impor? Karena LPG itu bahan bakunya C3, C4," kata Bahlil.
(dce) Add
source on Google