Internasional

Ini 14 Poin Proposal Perdamaian Baru Iran ke AS, Perang Segera Tamat?

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 09:45 WIB
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) tengah meninjau proposal perdamaian terbaru dari Iran yang berisi 14 poin untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan. Namun, jurang ketidakpercayaan antara kedua pihak masih menjadi hambatan utama tercapainya kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump mengaku sedang mempelajari proposal tersebut, tetapi belum yakin kesepakatan bisa tercapai. "Saya sedang meninjau konsepnya. Tapi belum tentu bisa sepakat," ujarnya kepada wartawan di Florida, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (4/5/2026).

Proposal ini dikirim Teheran melalui Pakistan sebagai respons atas rencana damai sembilan poin yang sebelumnya didukung Washington. Berbeda dari pendekatan AS yang fokus pada perpanjangan gencatan senjata dua bulan, Iran kini mendorong penyelesaian permanen konflik dalam waktu 30 hari.



Lalu apa saja isi lengkap 14 poin itu? Berikut rangkumannya!

Berdasarkan laporan media Iran, berikut poin-poin utama yang diajukan Teheran:

1. Pengakhiran permanen perang dalam 30 hari

2. Jaminan tidak ada serangan di masa depan terhadap Iran

3. Penarikan pasukan AS dari kawasan sekitar Iran

4. Pencabutan seluruh sanksi ekonomi terhadap Iran

5. Pembebasan aset Iran yang dibekukan (bernilai miliaran dolar AS)

6. Pembayaran ganti rugi perang

7. Pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium sesuai perjanjian internasional

8. Penghentian seluruh permusuhan di kawasan, termasuk di Lebanon

9. Pengakhiran blokade terhadap pelabuhan Iran

10. Mekanisme baru pengelolaan Selat Hormuz

11. Jaminan kebebasan navigasi di jalur energi global tersebut

12. Penghentian operasi militer dan sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran

13. Penghentian penangkapan dan pencegatan kapal oleh kedua pihak

14. Pembentukan mekanisme pengawasan bersama untuk menjaga stabilitas kawasan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa keputusan kini berada di tangan Washington. "Sekarang bola ada di tangan Amerika Serikat, apakah memilih jalur diplomasi atau konfrontasi," ujarnya.

Iran Mulai Melunak?

Sementara itu, pengamat menilai Iran mulai melunakkan posisinya, meski perbedaan inti tetap tajam. Profesor di Universitas Georgetown, Paul Musgrave, menyebut ada indikasi fleksibilitas dalam proposal terbaru ini.

"Terlihat ada pelunakan, terutama terkait prasyarat blokade di Selat Hormuz," katanya.

Namun, dua isu krusial masih menjadi batu sandungan. Keduanya adalah program nuklir Iran dan kendali atas jalur strategis energi dunia tersebut.

Di sisi lain nalis dari Soufan Center, Kenneth Katzman, menilai masalah terbesar justru soal kepercayaan. Iran tidak benar-benar mempercayai Trump dan AS.

"Itu hambatan utama negosiasi," ujarnya.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Siaga Perang As-Iran Jilid 2 - Ini Modus Penyeleweng BBM-LPG