Internasional

9 Update Baru Perang AS-Iran: Proposal Damai Hingga Desakan Eropa

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 04/05/2026 08:05 WIB
Foto: Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (4/5/2026). (REUTERS/Stringer)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas dengan eskalasi militer, tekanan ekonomi, hingga tarik ulur diplomasi. Sejumlah negara besar ikut terseret, sementara kawasan Timur Tengah berada dalam status siaga tinggi.

Berikut delapan perkembangan terbaru AS-Iran, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber pada Senin (4/5/2026).


1. Iran Kaji Respons AS atas Proposal Damai

Teheran tengah menelaah respons Washington terhadap proposal damai 14 poin yang diajukan melalui mediator Pakistan. Rencana tersebut diklaim berfokus pada penghentian konflik secara menyeluruh, termasuk mekanisme de-eskalasi militer dan pengamanan jalur perdagangan energi.

Namun, Garda Revolusi Iran menilai posisi AS masih agresif. Mereka menyebut Washington kini berada di persimpangan antara melanjutkan operasi militer yang dianggap "mustahil dimenangkan" atau menerima jalur diplomasi. Pernyataan ini mencerminkan kepercayaan diri Iran di tengah tekanan militer dan ekonomi yang meningkat.

2. Jerman Ngotot Jaga Hubungan dengan AS

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan komitmennya menjaga hubungan erat dengan AS meski muncul perbedaan tajam terkait strategi menghadapi Iran.

"Saya tidak akan menyerah untuk mengupayakan hubungan transatlantik. Saya juga tidak akan menyerah untuk bekerja sama dengan Donald Trump," ujarnya, seperti dikutip AFP.

Pernyataan ini muncul setelah Trump mengindikasikan pengurangan signifikan jumlah pasukan AS di Eropa, yang memicu kekhawatiran soal komitmen keamanan Washington terhadap sekutunya.

3. AS Klaim Tekanan Maksimum 'Mencekik' Iran

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut strategi tekanan maksimum kini memasuki fase baru berupa "blokade ekonomi" yang terkoordinasi dengan operasi militer bertajuk Epic Fury.

"Ini dimulai dari perintah Presiden pada Maret lalu, dan kini kami meningkatkan tekanan untuk benar-benar melumpuhkan kemampuan ekonomi Iran," ujarnya.

Langkah ini mencakup pembatasan ekspor minyak, akses ke sistem keuangan global, hingga sanksi terhadap entitas yang membantu Iran. Dampaknya mulai terasa pada nilai tukar dan inflasi domestik Iran.

4. Jerman Desak Pembukaan Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, secara langsung meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Dalam komunikasinya dengan Menlu Iran, ia juga menekankan pentingnya penghentian program nuklir. "Sebagai sekutu dekat AS, kami memiliki tujuan yang sama: Iran harus sepenuhnya melepaskan senjata nuklir dan segera membuka Selat Hormuz," tegasnya.

Penutupan atau gangguan di selat ini berpotensi mengguncang harga energi global, termasuk bagi negara importir seperti Indonesia.

5. Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi di Lebanon

Militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk lebih dari 10 desa di selatan Lebanon, bahkan di luar zona yang selama ini diduduki.

Langkah ini menandakan potensi perluasan operasi militer terhadap target yang diduga terkait Hizbullah. Serangan terbaru dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai empat petugas penyelamat, memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut. Ketegangan ini juga meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.

6. Hizbullah Ancam Gagalkan Negosiasi

Kelompok Hizbullah menegaskan tidak akan terlibat dalam negosiasi damai antara Lebanon dan Israel. Anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, bahkan menyatakan pihaknya siap menggagalkan proses tersebut.

"Negosiasi ini tidak menyangkut kami, dan kami tidak akan melaksanakannya," ujarnya.

Sikap ini memperkecil peluang tercapainya stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel, mengingat pengaruh besar Hizbullah dalam politik dan militer Lebanon.

7. Trump Ragu Proposal Damai Iran

Presiden Donald Trump menyatakan akan meninjau proposal Iran, namun meragukan peluangnya untuk diterima.

"Saya tidak dapat membayangkan itu bisa diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas tindakan mereka," tulisnya.

Komentar ini mengindikasikan bahwa Washington kemungkinan akan tetap mempertahankan pendekatan keras, setidaknya dalam jangka pendek.

8. Proposal 14 Poin Iran Jadi Sorotan Global

Proposal Iran menjadi pusat perhatian karena mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari penghentian konflik di semua front hingga pembentukan kerangka baru pengelolaan Selat Hormuz.

Meski detail lengkapnya belum dipublikasikan, laporan media Iran menyebutkan adanya upaya untuk menyeimbangkan kepentingan keamanan regional dengan stabilitas ekonomi global.

Namun, tanpa kepercayaan dari pihak AS dan sekutunya, proposal ini berisiko hanya menjadi dokumen diplomatik tanpa implementasi nyata.

9. Trump Beri Kode Baru Hasil Pembicaraan dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal baru terkait arah hubungan Washington-Teheran. Ia menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan "sangat positif", di tengah rencana AS mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang kini terblokir akibat konflik.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump mengatakan negosiasi yang sedang berlangsung berpotensi menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

"Saya sepenuhnya menyadari bahwa perwakilan saya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan Iran, dan ini bisa menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak," ujar Trump.

Meski begitu, Trump juga memberi kode langkah konkret AS di lapangan. Ia memastikan Washington akan mulai mengawal kapal-kapal komersial yang terjebak di jalur strategis tersebut.

"Kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat melanjutkan bisnis mereka," katanya.

Langkah yang disebut sebagai "Proyek Kebebasan" itu dijadwalkan dimulai pada Senin pagi waktu Timur Tengah. Trump menekankan kebijakan ini sebagai "isyarat kemanusiaan", mengingat banyak kapal yang tertahan mengalami kekurangan logistik.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Siaga Perang As-Iran Jilid 2 - Ini Modus Penyeleweng BBM-LPG