KEK Kendal Dorong Serapan 1.000 Tenaga Kerja

dpu, CNBC Indonesia
Sabtu, 02/05/2026 10:48 WIB
Foto: Dok: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong percepatan realisai investasi yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas dan mendorong efisiensi ekonomi daerah. Hal ini ditandai dengan groundbreaking pembangunan pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Sabtu (2/5).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menegaskanbahwa pemerintah mendukung penuh percepatan realisasi investasi yang berdampak langsung pada penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi dan mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penguatan koordinasi, termasuk forum percepatan investasi, berbagai kendala di lapangan dapat segera direspons, mulai dari isu strategis hingga ketersediaan bahan baku," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).


Dalam kegiatan groundbreaking ini, PT Hoi Fu Paper Packaging menyampaikan nilai investasi sekitar Rp1,12 triliun dan diproyeksikan mampu menyerap hingga 1.000 tenaga kerja, dengan komposisi sekitar 95% tenaga kerja lokal. Penyerapan tenaga kerja tersebut akan direalisasikan secara bertahap dalam tiga fase, yakni 300, 500, dan 200 tenaga kerja. Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka perluasan kesempatan kerja tidak langsung, terutama pada sektor pendukung seperti logistik dan UMKM.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari juga ikut menghadiri prosesi dan menyampaikan, Kabupaten Kendal memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekonomi dengan dukungan KEK Kendal yang terus mendorong masuknya investasi.

"Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat," tukasnya.

Sejalan dengan masuknya investasi tersebut, KEK Kendal terus menunjukkan kinerja yang signifikan. Hingga Triwulan I-2026, kawasan ini telah mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang. Capaian ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9,00% (year-on-year) serta memberikan kontribusi sekitar 24,33% terhadap total PDRB daerah.

Dari sisi efisiensi, ICOR Kabupaten Kendal tercatat sebesar 3,92, mencerminkan bahwa investasi yang masuk mampu menghasilkan output ekonomi yang optimal. Hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan realisasi investasi Kabupaten Kendal menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan ini, Sesmenko Susiwijono yang juga Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK menjelaskan rencana ekspansi KEK Kendal serta pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

"Rencana ekspansi 1.000 hektare dilakukan karena utilisasi lahan KEK Kendal sudah hampir mencapai 100%. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta kementerian/lembaga di tingkat pusat agar proses ekspansi dan pengembangan kawasan dapat berjalan optimal serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. 


(bul/bul) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kemnaker Ajak Para Pengusaha Beri Peluang Kerja Bagi Lansia