Internasional

Kim Jong Un Puji Aksi Bunuh Diri Tentara Korut di Perang Rusia-Ukraina

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Kamis, 30/04/2026 20:30 WIB
Foto: via REUTERS/KCNA

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara terbuka memuji aksi bunuh diri tentaranya di medan perang. Hal ini menandai pengakuan eksplisit atas doktrin militer Pyongyang yang selama ini hanya diduga.

Pujian tersebut disampaikan saat peresmian kompleks monumen baru yang menggambarkan tentara Korea Utara dan Rusia bertempur bersama. Dalam pidatonya, Kim menyebut pasukan yang memilih kematian daripada ditangkap sebagai simbol loyalitas tertinggi.

"Mereka yang tanpa ragu memilih untuk meledakkan diri telah menunjukkan bentuk pengabdian paling tinggi," ujar Kim, seperti dikutip media pemerintah KCNA, Kamis (30/4/2026).


Kompleks tersebut berdiri di pinggiran ibu kota dan berfungsi sebagai kombinasi pemakaman dan museum. Kim terlihat berjalan melewati deretan makam baru sebelum berlutut dan menaburkan tanah ke salah satu liang.

Di dalamnya, patung perunggu, dinding marmer hitam berisi nama korban, serta pajangan peninggalan militer memperkuat narasi bahwa kematian para tentara merupakan bentuk kepahlawanan.

Media pemerintah Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir juga merilis laporan rinci tentang kematian para prajurit. Beberapa di antaranya menggambarkan tentara meledakkan granat saat terkepung atau mengakhiri hidup setelah terluka untuk menghindari penangkapan.

Selama bertahun-tahun, praktik ini dilaporkan oleh badan intelijen dan pembelot, namun belum pernah dikonfirmasi langsung oleh Pyongyang. Pernyataan Kim kini mempertegas bahwa doktrin tersebut memang didukung di level tertinggi.

Monumen itu juga mengindikasikan besarnya keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia. Analisis menyebut terdapat 2.288 nama tentara yang tercantum di dinding marmer, serta ratusan makam dan ribuan kompartemen abu kremasi. Area tersebut bahkan masih menyediakan ruang tambahan, menandakan potensi bertambahnya korban.

Pejabat Korea Selatan dan Barat memperkirakan lebih dari 10.000 tentara Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah Kursk, Rusia, dengan ribuan di antaranya tewas atau terluka. Namun angka tersebut belum pernah diakui secara resmi oleh Pyongyang.

Peresmian kompleks ini juga dihadiri pejabat Rusia dan disertai pesan dari Presiden Vladimir Putin. Sejumlah peralatan militer turut dipamerkan, termasuk tank Leopard buatan Jerman dan Abrams dari Amerika Serikat, meski analis meragukan asal-usul langsungnya dari medan tempur yang melibatkan pasukan Korea Utara.

Sementara itu, sejumlah kecil tentara Korea Utara diketahui berhasil ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Ukraina. Beberapa mengaku tidak mengetahui akan dikirim ke medan perang hingga saat terakhir. Bahkan, setidaknya satu tentara menyatakan penyesalan karena gagal bunuh diri, bukan karena tertangkap.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Raih 99,93% Suara, Kim Jong Un Terpilih Lagi Pimpin Korea Utara