MARKET DATA

Bangun 2 Kilang Bensin Baru, Pertamina Bakal Investasi Rp20-an Triliun

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
30 April 2026 18:00
Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan. (Dok. Pertamina)
Foto: Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan. (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga merencanakan pembangunan dua fasilitas kilang bensin (gasoline) baru yang berlokasi di Dumai, Riau dan Cilacap, Jawa Tengah. Proyek tersebut bisa memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) domestik dengan total nilai investasi mencapai US$ 1,2 miliar setara Rp 20,82 triliun (asumsi kurs Rp 17.358 per US$).

Direktur Infrastruktur Project dan Aset Integritas Pertamina Patra Niaga Setyo Pitoyo menjelaskan bahwa pembangunan masing-masing kilang tersebut membutuhkan dana sekitar US$ 600 juta setara Rp 10,4 triliun. Pihaknya saat ini tengah melakukan perhitungan untuk memastikan proyek kilang memenuhi indikator perusahaan dan memberikan dampak positif bagi negara.

"Kurang lebih kalau yang sekarang nanti yang di masing-masing itu sekitar US$ 600 juta. Sehingga total akan sekitar US$ 1,2 miliar ya," ujarnya saat ditemui di Cilacap, dikutip Kamis (30/4/2026).

Dalam rencananya, kilang BBM tersebut bisa memproduksi bensin dengan standar kualitas minimum setara dengan Pertamax (RON 92). Investasi jumbo tersebut nantinya diproyeksikan mampu memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional sekaligus potensi penghematan impor sebesar US$ 1,25 miliar setara Rp 21,66 triliun.

"Gasoline itu bensin, bensin ya. Betul. Standarnya kalau yang nanti itu langsung minimum itu kualitas Pertamax, Pertamax," kata Setyo.

Target pengoperasian kedua kilang tersebut dijadwalkan selesai pada tahun 2030 mendatang. Untuk mengejar target, Pertamina tengah mempertimbangkan upaya percepatan pembangunan dengan menggunakan teknologi modular agar pengerjaan fisik bisa dilakukan secara lebih efisien.

"Moga-moga dengan adanya studi-studi atau upaya-upaya percepatan misalkan dengan pembangunan menggunakan apa... modular jadi kita bangun secara paralel di luar nanti tinggal kayak main puzzle tuh Mas, Mbak. Kayak main puzzle tuh moga-moga bisa lebih cepat," paparnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, proyek pengembangan kilang di Dumai dan Cilacap ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 2.000 orang selama masa konstruksi yang berlangsung antara satu hingga dua tahun. Perusahaan juga akan mengelaborasi perhitungan dampak ekonomi proyek ini dengan operasional kilang secara keseluruhan di wilayah tersebut.

"Berdasarkan pengalaman, ketika kita membangun seperti itu, itu sekitar 2.000-an orang untuk sekitar 1 sampai 2 tahun. Kemudian kalau untuk dampak ekonomi kami harus lakukan perhitungan lebih komprehensif mengingat ini merupakan bagian kecil saja tentunya," paparnya.

Di sisi lain, Setyo juga memastikan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan transisi energi pemerintah, termasuk implementasi biodiesel 50% (B50). Pertamina berkomitmen untuk mematuhi aturan tersebut dan mulai menyiapkan fasilitas pendukung yang diperlukan di lapangan.

"Kalau untuk biodiesel sesuai dengan aturan pemerintah kan sebentar lagi kita pakai B50 ya kalau nggak salah ya 1 Juli. Insyaallah kita comply. Kita comply kita siapkan fasilitasnya," tandasnya.

Prabowo resmikan groundbreakingnya

Presiden RI Prabowo meresmikan dimulainya tahap kedua agenda industrialisasi nasional. Dia menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah fundamental dalam mentransformasi struktur ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis industri bernilai tambah tinggi yang lebih tangguh terhadap dinamika global.

Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan, bahwa groundbrekaing ini merupakan proyek hilirisasi tahap ke-2 yang mencakup 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun. Di mana ada 5 proyek sektor energi, 5 proyek mineral dan 3 proyek pertanian.

"Tadi sudah disebut hilirisasi tahap pertama ada 13 proyek di 13 lokasi dan beberapa saat ini tahun ini juga kita akan tambah hilirisasi 6 lagi proyek, dan terus menerus akan kita tambah. mungkin ada tahap ke 4, 5, 6, Insya Allah tahun ini juga," terang Prabowo dalam peresmian di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip Kamis (30/4/2026).

Prabowo menegaskan, bahwa hilirisasi sumber daya alam di Indonesia menjadi jalan satu-satunya supaya Indonesia bisa lebih makmur. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan hilirisasi di tanah air.

"Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur," terang Prabowo.

Salah satu proyek yang pembangunannya diresmikan Prabowo adalah proyek kilang bensin yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero), masing-masing di Dumai (Riau) dan Cilacap (Jawa Tengah).

Kelak, pengembangan kapasitas kilang gasoline dilakukan pada fasilitas eksisting RU II Dumai dan RU IV Cilacap. Total kapasitasnya mencapai 62 MBSD yang ditargetkan onstream pada Q4 2030.

"Proyek ini mensubstitusi impor gasoline hingga 2 juta KL per tahun atau 9,47% gap supply-demand nasional, mendukung pemenuhan Pertamax Series dari produksi domestik, serta menurunkan impor produk sampingan termasuk propylene dan LPG," tulis Danantara dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (30/4/2026).

Proyek tersebut dinilai akan berkontribusi pada penguatan ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga energi, yang pada akhirnya mendukung daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain kilang, program tersebut mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri, yang bertujuan untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Hilirisasi merupakan instrumen strategis dalam mendorong penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan dan industrialisasi sumber daya alam," tambah Danantara.

Selain meningkatkan nilai tambah, hilirisasi dinilai berperan dalam memperkuat kemandirian ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang dalam kondisi tertentu dapat menghadapi dinamika dan ketidakpastian, termasuk faktor geopolitik.

Melalui penguatan rantai pasok domestik, hilirisasi turut memastikan ketersediaan kebutuhan nasional secara lebih andal, sekaligus mendorong transformasi struktur ekonomi menuju basis industri bernilai tambah tinggi.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kilang Minyak Terbesar RI Pompa Produksi Petrokimia 283 Ribu Ton/Tahun


Most Popular
Features