H&M Bakal Tutup Ratusan Toko Tahun Ini, Bos Mal-Ritel Bilang Begini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 30/04/2026 12:55 WIB
Foto: Promo Buy 2 Get 1 H&M Indonesia. (Dok. H&M Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar penutupan gerai ritel fesyen asal Swedia, H&M menjadi perhatian pelaku ritel. Kabarnya, H&M bakal menutup 160 gerainya di seluruh dunia pada tahun ini.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, rencana peritel fesyen asal Swedia tersebut adalah  dinamika yang wajar di industri ritel. Di Indonesia, sebutnya, gerai-gerai H&M yang tutup di Indonesia akan langsung diisi oleh brand lain.


"H&M memang ada penutupan toko-tokonya, namun bekas lokasinya diisi oleh brand-brand yang dipegang oleh operator. Ada brand-brand, jadi tokonya ganti merek, sepertinya seperti itu yang saya dengar," kata Budihardjo kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/4/2026).

"Dalam ritel itu, seperti renovasi toko, pengecilan toko, perluasan toko, tutup toko, buka toko itu adalah bagian dari strategi. Yang mana masih ada daya beli maupun consumer behavior-nya, masih mau dan masih banyak penjualan itu yang akan dibuka," jelasnya.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, bisnis H&M secara global yang sedang mengalami kesulitan turut andil dan memengaruhi kinerja H&M di Indonesia.

"Bisnis H&M secara global memang sedang mengalami kesulitan yang berdampak juga terhadap kinerja di Indonesia," kata Alphonzus.

Namun, ia enggan memberikan komentar lebih lanjut perihal penutupan gerai H&M.

Ratusan Gerai Ditutup

Melansir The Sun, H&M sebelumnya telah menutup 163 gerai di seluruh dunia, dan berencana menutup kembali 160 gerainya di tahun ini, kemudian menggeser fokus bisnis ke e-commerce dan investasi di lokasi-lokasi yang paling menguntungkan.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, raksasa ritel fesyen asal Swedia itu dilaporkan mencatat penurunan laba saat tengah menyesuaikan bisnis ke daring dan memangkas sebagian toko mereka.

"Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak yang agak negatif terhadap penjualan kuartal pertama 2026, akibat penutupan dan pembangunan kembali toko," ungkap pihak H&M dalam laporan pendapatan mereka, dikutip dari The Sun.

"Namun, untuk tahun penuh 2026, efek penjualan dari optimalisasi toko diperkirakan akan sedikit positif," sambungnya.

Perusahaan menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, termasuk mendorong margin per meter persegi dan menekan biaya operasional.

Fenomena ini juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen global.

"Para pembeli kini lebih mementingkan nilai, lebih banyak berbelanja online, dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional," kata CEO Retail Tech Media Nexus Dominick Miserandino sebelumnya kepada The U.S. Sun.

"Itulah mengapa kita melihat begitu banyak perusahaan tersandung. Kondisi ekonomi sedang sulit," imbuh dia

Diskon Besar di Situs H&M

Di tengah penyesuaian tersebut, H&M juga terlihat agresif mendorong penjualan digital. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di situs resminya, perusahaan menampilkan promo besar seperti "Buy 2 Get 1 Free" dalam program payday deals.

Promo ini menjadi salah satu cara menarik konsumen, seiring pergeseran pola belanja ke kanal online.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pengusaha Logistik Gugat Dugaan Monopoli Ekosistem e-Commerce