MARKET DATA

Kardin Sebut Banyak Godaan Setan Jadi Kepala Barantin, Tegaskan Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
29 April 2026 18:55
Abdul Kadir Karding tib di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Abdul Kadir Karding tib di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bekasi, CNBC Indonesia - Sore hari ini menjadi momen serah terima jabatan Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) dari pejabat sebelumnya, Sahat Manaor Panggabean, kepada Abdul Kadir Karding

Dalam sambutan perdananya sebagai Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding langsung menekankan satu hal utama kepada seluruh jajarannya: integritas. Ia menyebut pesan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita juga harus selalu mengingat dan mempedomani perintah Bapak Presiden Prabowo untuk selalu menjunjung tinggi integritas. Ini penting," ujar Karding dalam sambutannya dalam acara Serah Terima Jabatan di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).

Karding secara terbuka mengakui sektor karantina merupakan area yang sangat rawan praktik penyimpangan. Ia bahkan menyebut banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi jika integritas tidak dijaga.

"Saya paham Badan Karantina ini banyak godaan setan terkutuk. Benar-benar yang serius ini. Semua-semuanya bisa dikelola jadi uang, jadi gratifikasi. Bisa ini. Karena selain manusia, dia menjadi kewenangannya dia. Dan itu menyangkut izin keluar masuk, sertifikat, macam-macam, rekomendasi," katanya.

Ia menilai, tanpa komitmen kuat dari seluruh lini, mulai dari pimpinan hingga petugas lapangan, tujuan besar lembaga akan sulit tercapai.

"Itu kalau kita tidak menjaga integritas kita, mulai dari kepala sampai ujung tombak di lapangan, maka cita-cita yang kita sampaikan ini percuma kita bicara," tegas dia.

Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) Abdul Kadir Karding saat memberikan sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia?Martayasi Rizky)Foto: Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) Abdul Kadir Karding saat memberikan sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia?Martayasi Rizky)

Karding pun secara khusus meminta seluruh pegawai Barantin, yang berjumlah 5.512 orang, untuk menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam bekerja.

"Saya minta tolong kepada teman-teman tim yang jumlahnya 5.512 orang, saya minta tolong betul, paling utama dalam prinsip kita berorganisasi di Barantin ini adalah jaga integritas," kata Karding.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan tidak ingin ada praktik 'cari muka' atau pemberian hadiah kepada pimpinan. Menurutnya, profesionalisme adalah satu-satunya hal yang akan dinilai.

"Saya minta tolong, nggak perlu datang ke saya kirim macam-macam, nggak perlu. Saya alhamdulillah jadi anggota legislatif sudah lima periode, sudah pernah jadi menteri, dan sekarang jadi kepala badan. Insya Allah kebutuhan hidup saya dan anak-anak saya sudah selesai," ungkapnya.

"Jadi kalau teman-teman mau carmuk atau dekat-dekat dengan saya dengan imbalan-imbalan, justru itu akan berbalik, langsung saya hajar ke situ. Jangan! Sudahlah. Yang penting Anda profesional, bekerja baik, performanya bagus, itu yang kita nilai. Bukan pada setoran, bukan pada hadiah kepada kepala badan. Tolong diingat ini," sambungnya.

Ia juga menegaskan tidak akan ada kompromi terhadap pelanggaran integritas di lingkungan Barantin.

"Jadi tidak ada kompromi soal ini kalau di saya. Ya mungkin saya butuh uang, sebagai manusia. Tetapi insya Allah saya hitung-hitung hidup saya berapa puluh tahun lagi, masih cukup lah uang saya ini, tanpa harus minta-minta hadiah dari bawahan atau dari pegawai saya," tegasnya lagi.

Meski demikian, Karding mengakui pentingnya kesejahteraan pegawai sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik menyimpang. Ia pun berjanji akan mencari skema insentif yang sah untuk meningkatkan kesejahteraan petugas, terutama yang bertugas di lapangan.

"Nanti soal kesejahteraan kita pikirkan bersama. Kita cari insentif yang halal agar teman-teman yang bekerja di lapangan itu kesejahteraannya, kesejahteraannya tercapai," ujarnya.

"Saya berjanji ini saya akan cari. Ini yang utama, karena nggak mungkin urusan nego-nego nya bisa dapat duit banyak, kalau kesejahteraannya rendah bisa bahaya. Bahaya betul," pungkas dia.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Berantas Korupsi, Purbaya Mulai Intip Rekening Pejabat Kemenkeu


Most Popular
Features