Keamanan Pangan Jadi Urgensi dari Hulu ke Hilir, Kolaborasi Jadi Kunci

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Rabu, 29/04/2026 17:19 WIB
Foto: Suasana acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti menekankan pentingnya keamanan pangan karena berkaitan erat dengan pembangunan berkelanjutan. Keamanan pangan pun dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, dan menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG)

"Kenapa keamanan penting? Keamanan pangan itu yang dimaksud dari sisi regulasi. Karena kita melihat program Presiden ditugaskan ke Pak Menko untuk memimpin tim koordinasi seperti Makan Bergizi Gratis itu sangat membutuhkan ini," ujarnya dalam CNBC Indonesia Food Summit 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Menurut Nani, terdapat tiga aspek yang diatur. Pertama, mencegah pangan yang tidak aman dikonsumsi masyarakat. Kedua, memperkuat pengawasan keamanan pangan nasional secara terpadu.


"Terakhir, terjadi KLB (kejadian luar biasa) keracunan makanan yang perlu kita mitigasi dan lakukan upaya khusus. Tapi bukan hanya program itu saja, tapi juga dari program lain juga," kata Nani.

Pemerintah pun memperkuat keamanan pangan dan merapikan sistem keamanan pangan di tanah air melalui PP Nomor 1 Tahun 2026. Beleid ini mengatur khususnya terkait standar keamanan dan mutu pangan.

Standar keamanan dan ini pun menjadi pegangan bagi industri dalam menjaga produksinya. Salah satunya produsen makanan dan minuman, PepsiCo, yang berkomitmen menghadirkan makanan ringan dengan menggunakan bahan baku aman dan berkualitas.

Director of Public Policy, Government Affairs & Corporate Communications PepsiCo Gabrielle Angriani Johny mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dengan menggunakan bahan baku berkualitas. Hal ini pun ditegaskan saat membangun pabrik Cheetos dan Doritos tahun lalu dengan nilai investasi Rp 3 triliun.

PepsiCo pun memastikan spesifikasi bahan baku jagung agar sesuai standar. Untuk itu, sebagai perusahaan multinasional dengan presensinya di Indonesia, PepsiCo juga membutuhkan kepastian pasokan baku yang berkualitas.

Di sisi lain, PepsiCo juga selalu aktif mengedukasi dan mengembangkan pertanian kentang dan jagung bersama petani lokal. Upaya ini menjadi salah satu bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong produktivitas dan kualitas petani.

"Kami juga upayakan transfer pengetahuan. Ini bisa cepat dan petani bisa mau nerima arahan agar hasil bisa meningkat," terangnya.

Untuk mendukung keamanan pangan dan jaminan bahan baku, pemerintah pun terus memperbaiki sistem. Hal ini ditegaskan oleh Asisten Deputi Keamanan dan Mutu Pangan dan Gizi Kementerian Koordinator Bidang Pangan Sabbat Christian Jannes. Dia mengatakan penataan sistem terus dilakukan agar lebih sederhana dan terintegrasi.

Di bawah komando Kemenko Pangan, pengawasan yang semula bersifat sektoral dan sporadis kini pun menjadi satu kesatuan.

"Jadi berdasarkan aturan baru, Kemenko Pangan diberikan mandat jika terjadi kedaruratan keamanan pangan. Contohnya kemarin saat terjadi kejadian luar biasa keracunan makanan," ungkapnya.

Kontribusi penting Kemenko Pangan dalam menjaga keamanan pangan tanah air pun diapreasi melalui Food Transformation Award kepada enteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara Food Summit 2026. Apresiasi ini diberikan karena perannya dalam mewujudkan masa depan pangan Indonesia yang mandiri berkelanjutan, serta mewujudkan swasembada pangan.

Bukan hanya peran besar Kemenko Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga terus melakukan pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan terus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Hal tersebut menjadi salah satu fokus (KKP) untuk menjamin hasil komoditas RI bisa memenuhi standar global.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andi Artha Donny mengatakan saat ini pihaknya mendorong sisi hulu agar bisa memproduksi komoditas yang bsa memenuhi standar global, mulai dari sistem produksi hingga model budidaya.

KKP juga membangun jaminan mutu terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan memperbaiki SOP dan mengharmonisasi standar buyer atau internasional. Salah satu contohnya dengan keberhasilan mempercepat permasalahan cesium yang cukup berat.

Dukungan KKP pada keamanan dan ketahanan pangan di tanah air pun patut diapresiasi melalui Blue Food Sovereignty Award dalam acara Food Summit 2026. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dinilai lihai dalam menjaga ketahanan pangan dari sisi kelautan, di tengah dinamika global dan ancamam fenomena esktrem El Nino.

Ketahanan pangan dalam menjamin program MBG

Selain dari sisi ketahanan pangan, ketersediaan bahan baku, hingga swasembada, cara pemerintah daerah untuk mengatur alur pangan pun menjadi sorotan. Ketahanan pangan juga menjadi syarat penting agar program makan bergizi gratis bisa berjalan dengan sukses.

Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Bandung, yang dinilai berhasil membangun koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan MBG dan menjadi cerminan ketahanan pangan. Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna mengatakan daerahnya menjalankan kolaborasi lintas sektor, membentuk Satgas MBG, hingga dashboard pemantauan untuk memastikan semua proses berjalan lancar.

"Jadi jika ada yang perlu dikomunikasikan, ada satgas khusus ke lapangan, dan ada dashboard. Beberapa ada yang sudah jalan (dashboard MBG) ada yang belum, jadi nanti penerima manfaat akan diupdate di dashboard," kata Dadang.

Kabupaten Bandung memiliki penerima manfaat MBG sebanyak 1,25 juta jiwa. Saat ini, ada 480 dapur yang sedang dipersiapkan dan ada 413 dapur yang sudah beroperasi. Pembagian MBG disesuaikan dengan kondisi dan sebaran di masing-masing kecamatan. Berkat inovasinya ini, Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna meraih penghargaan Outstanding Achievement In Free Nutritious Meals & Food Security Award.

Selain pemerintah daerah, sektor swasta juga memiliki peran vital dalam pemenuhan gizi nasional. Pentingnya peran swasta dibuktikan oleh PT Frisian Flag Indonesia yang telah mendampingi program MBG. Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew Saputro memastikan dukungan perusahaan dalam program MBG karena memiliki efek positif.

Bukan hanya mendukung MBG, Frisian Flag telah hadir sejak tahun 1990an dan menggandeng 20 ribu peternak sapi. Frisian Flag turut menerapkan bisnis yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian bumi agar dapat terus dirasakan oleh generasi yang akan datang.

Langkah nyata Frisian Flag pun mengantarkannya pada penghargaan Food Safety Excellence Awards 2026 untuk kategori Best Dairy Nutrition Company In Supporting Indonesian Families.

Keamanan Pangan di Sisi Hulu

Dukungan pada keamanan pangan juga harus ada dari sisi hulu, di sinilah peran peran PT Pupuk Indonesia dalam meningkatkan produksi pertanian, terutama di tengah ketidakpastian dari sisi energi. Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo memastikan produksi pupuk urea nasional tetap berjalan sesuai rencana tanpa gangguan berarti dari sisi energi.

"Jadi kami punya pabrik yang operasi saat ini. Alhamdulillah operasional normal, penambahan pasokan gas ya tidak terinterupsi adanya dinamika global ya," katanya.

Stabilitas operasional ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk memaksimalkan kapasitas produksi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya fokus pada kebutuhan domestik, tetapi juga mulai melihat peluang pasar luar negeri.

Total produksi urea tahun ini diproyeksikan mencapai angka signifikan. Perhitungan tersebut sudah mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri secara menyeluruh. Oleh karena itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) dianugerahi Indonesia's Food Security Backbone Award dalam Food Summit 2026.

Capaian prestasi tersebut tidak lepas dari dedikasi perusahaan dengan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk, nutrisi tanaman, hingga dukungan ekosistem pertanian yang menopang produktivitas petani di berbagai daerah.

Di sisi lain, masih ada tantangan bagi industri garam di Indonesia, Direktur Operasi dan Pengembangan PT Garam Syarifuddin mengatakan, Indonesia sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan garamnya sendiri. Yaitu, garam konsumsi untuk kebutuhan di dalam negeri. Namun tantangan pada 2027 untuk memenuhi kebutuhan dan gap garam industri.

"Berkaitan dengan swasembada garam, salah satu program prioritas pemerintah, kami PT Garam melakukan dan merencanakan intensifikasi. Karena lahan rakyat masih bisa dioptimalkan, masih banyak lahan-lahan tidak produktif," katanya.

Sebagai informasi, Food Summit 2026 dengan tema "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework". Forum ini hadir sebagai wadah untuk mendorong pemahaman bersama, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta merumuskan rekomendasi strategis dalam penguatan sistem keamanan dan mutu pangan nasional.

Dalam acara ini, juga diberikan beberapa penghargaan bagi para pihak yang berkontribusi, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk dianugerahi Indonesia's Best Food Resilience Leadership dalam Food Summit 2026.

Acara ini didukung oleh PT Garam, Frisian Flag, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Pupuk Indonesia Persero, Pepsico Indonesia, Artha Graha Peduli, Pemerintahan Kabupaten Bandung, PT Perkebunan Nusantara III, PT. Yanno Agro Science dan Bayer Indonesia.


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Komitmen Pemerintah Jaga Keamanan Pangan Lewat PP No. 1/2026