Demi Hemat Gas, Pupuk Kaltim Kucurkan Rp900 M-Sumbernya Bukan APBN

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 29/04/2026 14:35 WIB
Foto: VP Pengembangan Bisnis PT Pupuk Kaltim, Astri Agustina dalam acara Silaturahmi Media di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menganggarkan dana sekitar Rp900 miliar untuk proyek revamping atau peremajaan pabrik amonia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi.

VP Pengembangan Bisnis PT Pupuk Kaltim, Astri Agustina menjelaskan pendanaan proyek tersebut sepenuhnya berasal dari internal perusahaan dan skema pembiayaan non-APBN.

"Terkait dengan pendanaan untuk proyek pengembangan PKT memang kami ada dua sumber dana, tapi memang tidak dari APBN," kata Astri dalam acara Silaturahmi Media di Jakarta, Rabu (29/4/2026).


Ia merinci, sumber pendanaan berasal dari ekuitas perusahaan serta kredit investasi melalui sindikasi perbankan.

"Jadi yang pertama, kita menggunakan equity atau dana perusahaan, dan yang kedua kita menggunakan skema kredit investasi di mana kita mencari pendanaan melalui bank sindikasi, bisa dari bank BUMN maupun dari bank swasta Indonesia gitu," jelasnya.

Adapun nilai anggaran untuk proyek revamping tersebut, kata Astri, mencapai Rp900 miliar.

Ia menjelaskan, proyek revamping sendiri diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat daya saing produk.

"Jadi proyek revamping ammonia ini memang tujuan utamanya adalah terkait dengan revitalisasi pabrik, revitalisasi industri di mana salah satu tujuannya adalah menurunkan konsumsi energi untuk meningkatkan efisiensi," terang Astri.

Selain efisiensi energi, program ini juga berdampak pada keandalan operasional dan umur pabrik. "Selain itu, melalui program revitalisasi ini juga pasti kita meningkatkan dari reliability perusahaan pabrik tersebut, sehingga karena ada pembaruan dan peremajaan peralatannya, dan akan memperpanjang dari umur pabrik itu sendiri," lanjutnya.

Ia menegaskan, peningkatan efisiensi dan keandalan ini pada akhirnya akan mendongkrak daya saing produk pupuk yang dihasilkan.

"Kemudian yang pasti dengan adanya proyek revamping ini, revitalisasi dan efisiensi produksi pasti juga akan meningkatkan competitiveness dari produk amonia dan juga pastinya Urea yang dihasilkan," sebut dia.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menambahkan, program revamping merupakan bagian dari strategi operational excellence perusahaan.

"Revamping ya ini sebenarnya juga salah satu bagian atau program operational excellence juga, ya. Jadi revamping ini kan sebenarnya peremajaan pabrik. Dengan adanya peremajaan pabrik itu pabrik menjadi lebih efisien ya. Jadi penggunaan konsumsi gasnya itu bisa menurun sebesar 4 MMBTU," jelas Anggono dalam kesempatan yang sama.

Ia juga menuturkan, pendanaan revamping ini sepenuhnya bersumber dari internal perusahaan melalui investasi tahunan.

"Nah, pendanaan revamping ini sendiri itu murni menggunakan biaya internal perusahaan atau PKT ya, melalui investasi tahunan, seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Operasi Pupuk Indonesia Holding Company PIHC) Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan, ada 7 proyek senilai Rp77 triliun yang tengah dijalankan perusahaan.

Salah satunya adalah Revamping Ammonia Pupuk Kaltim 2. Proyek ini ditargetkan memulai operasi komersialnya mula tahun 2026 ini. Kata dia, pabrik ini dirancang menghasilkan 660.000 ton Amonia per tahun.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Amankan Pupuk,Kementan Tak Ambil Bahan Baku dari Wilayah Perang