MARKET DATA
Internasional

Perang Saudara Arab Berkecamuk, Drone Berterbangan-RS Dibombardir

tps,  CNBC Indonesia
29 April 2026 08:30
Pemandangan gedung yang terbakar dan ekor pesawat Sudan Airways di tengah puing-puing di Bandara Khartoum, setelah tentara Sudan memperdalam kendali atas Khartoum dari Pasukan Dukungan Cepat (RSF), di Khartoum, Sudan, 26 April 2025. REUTERS/El Tayeb
Foto: REUTERS/El Tayeb Siddig

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan pesawat tak berawak atau drone menghantam kota Rabak di Sudan bagian selatan dan menewaskan 11 orang pada Selasa. Mengutip laporan AFP Rabu (29/4/2026), serangan mematikan ini terjadi di tengah perang saudara yang terus berkecamuk, di mana serangan drone kedua juga dilaporkan terjadi lebih jauh ke utara tepatnya di wilayah negara bagian Khartoum.

Seorang sumber keamanan menyatakan bahwa serangan tersebut secara khusus menargetkan Pasukan Gabungan (Joint Forces), yang merupakan koalisi kelompok bersenjata yang bertempur bersama tentara reguler Sudan dalam perang melawan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF). Dua orang saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan milik Pasukan Gabungan hancur terkena serangan, termasuk beberapa kendaraan yang membawa senjata dan amunisi hingga memicu kebakaran hebat.

Di lokasi lain, sebuah serangan drone juga dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit di negara bagian Khartoum, Sudan. Insiden ini menjadi serangan pertama yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir setelah wilayah itu berhasil direbut kembali oleh tentara dari tangan rival paramiliternya setahun yang lalu.

"Serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah sakit," kata seorang warga di daerah Jebel Awliya, yang terletak 40 kilometer di selatan pusat kota Khartoum.

Seorang sumber keamanan yang berbicara dengan syarat anonim mengungkapkan bahwa kerusakan yang dialami oleh fasilitas medis tersebut dikategorikan ringan. Selain menghantam rumah sakit, serangan udara itu juga menyasar fasilitas publik lain yang berada di area sekitar.

"Kerusakan pada rumah sakit tersebut ringan dan serangan drone itu juga menghantam sebuah pom bensin di dekat rumah sakit," ujar sumber keamanan tersebut.

Kedua belah pihak yang bertikai dalam perang ini memang sangat bergantung pada penggunaan pesawat tak berawak atau drone dalam operasi militer mereka. Penggunaan teknologi ini telah menewaskan puluhan orang sekaligus di seluruh negeri, namun dianggap efektif oleh kedua belah pihak untuk menghemat tenaga manusia yang mulai terkuras habis akibat konflik berkepanjangan.

Perang saudara di Sudan yang meletus sejak April 2023 ini telah menewaskan puluhan ribu orang di seluruh penjuru negeri, bahkan beberapa perkiraan menyebutkan jumlah korban tewas telah melampaui 200.000 jiwa. Konflik ini telah memicu salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pasukan Gabungan sendiri merupakan koalisi yang dipimpin oleh mantan pemimpin pemberontak di Darfur yang kini telah bergabung dengan pemerintah pusat. Kehadiran mereka menjadi bagian integral dalam upaya perang tentara Sudan untuk menghadapi perlawanan dari kelompok RSF.

Perlu diketahui Sudan kerapu dianggap dunia Arab, karena bahasa utamanya dan mayoritas penduduknya yang Muslim. Sudah juga masuk ke adalah Liga Arab. Meski begitu, penduduk negeri ini beragam. Banyak juga kelompok Sub-Sahara.

(tps/tps) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Perang Saudara Memanas, Milisi Kuasai Ladang Minyak Terbesar


Most Popular
Features