FOTO

Potret AHY Pantau Kondisi Korban Tabrakan Kereta di RSUD Bekasi

Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
Selasa, 28/04/2026 17:31 WIB

AHY berharap penanganan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur bisa selesai pada sore hingga malam hari ini.

1/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Ia berharap penanganan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur bisa selesai pada sore hingga malam hari ini.
 (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

AHY berharap evakuasi bangkai KRL, normalisasi jalur dan persinyalan, serta sistem listrik aliran atas (LAA) bisa normal sekitar pukul 17:00 WIB. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Secara terpisah, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pihaknya saat ini masih berfokus pada proses evakuasi serta pemulihan sarana dan prasarana terdampak. Namun, KAI mengupayakan agar layanan KRL bisa kembali menjangkau Cikarang pada esok hari. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Setelah meninjau Stasiun Bekasi AHY langsung mengunjungi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang dirawat di RSUD Bekasi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

AHY langsung memasuki rumah sakit sesaat setelah keluar dari mobil. Belum ada keterangan apapun terkait kunjungan ini. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan ratusan orang korban. Data terbaru menunjukkan 14 orang meninggal, 84 orang luka-luka.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

7/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Korban meninggal dievakuasi ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta. Di tempat tersebut juga didirikan posko bagi anggota keluarga yang mencari keluarganya yang berpotensi jadi korban.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

8/8 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) tiba di RSUD Bekasi untuk melihat korban kecelakaan kereta Api, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke sembilan rumah sakit (RS) di Kota Bekasi dan sekitarnya. Meliputi RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya Bekasi, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan B (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Add as a preferred
source on Google