MARKET DATA
Internasional

Raja Charles Pidato di Kongres AS, Siap Sentil Trump "Tipis-Tipis"

tfa,  CNBC Indonesia
28 April 2026 16:40
Raja Inggris, Raja Charles III akan menyampaikan pidato langka di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat dalam kunjungan kenegaraan ke Washington.
Foto: AFP/SUZANNE PLUNKETT

Jakarta, CNBC Indonesia - Raja Inggris, Raja Charles III akan menyampaikan pidato langka di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat dalam kunjungan kenegaraan empat hari ke Washington. Dalam momen tersebut, Charles sempat menyentil Presiden AS Donald Trump di tengah memanasnya hubungan kedua negara.

Sebelumnya, Trump melontarkan sejumlah kritik terhadap Inggris, mulai dari ancaman pembatalan kesepakatan dagang, rencana pengenaan tarif besar, hingga sindiran terhadap Angkatan Laut Kerajaan dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Meski begitu, Charles akan tetap menekankan pentingnya hubungan historis kedua negara. "Berulang kali kedua negara kita selalu menemukan cara untuk bersatu," demikian penggalan pidato Charles, seperti dikutip The Guardian, Selasa (28/4/2026).

Ketegangan terbaru dipicu oleh keputusan Inggris yang menolak bergabung dalam serangan militer AS dan Israel terhadap Iran. Sikap ini membuat hubungan kedua sekutu lama tersebut sempat merenggang, di tengah tekanan ekonomi global yang meningkat.

Dalam pidatonya, Charles akan menggarisbawahi bahwa meski Inggris dan AS tidak selalu sejalan selama 250 tahun terakhir, keduanya memiliki fondasi kuat yang sama. Ia menyebut nilai-nilai demokrasi, hukum, dan sosial yang berakar sejak Magna Carta, menjadi perekat utama hubungan kedua negara.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris. Charles akan menyoroti bagaimana kedua negara mampu bertransformasi dari rival menjadi sekutu strategis dengan kerja sama erat di bidang pertahanan, intelijen, dan keamanan.

Di sisi ekonomi, Charles diperkirakan akan menyinggung pentingnya menjaga kemitraan dagang dan teknologi. Hal ini menjadi relevan di tengah ancaman kebijakan tarif Trump terkait pajak layanan digital Inggris terhadap perusahaan teknologi AS.

Menurutnya, dengan membela dan menegaskan kembali nilai-nilai bersama, Inggris dan AS dapat meningkatkan keamanan dan kemakmuran, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga dunia.

Pidato ini menjadi momen bersejarah, mengingat ini baru kedua kalinya seorang raja Inggris berbicara di hadapan Kongres AS, setelah Ratu Elizabeth II pada 1991.

Charles dijadwalkan menutup pidatonya dengan pesan rekonsiliasi. Ia menilai perjalanan hubungan Inggris dan AS merupakan kisah "pembaruan dan persatuan" yang melahirkan salah satu aliansi paling kuat dalam sejarah dunia.

(tfa/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Temuan Baru Pesawat Boeing 787-8 - Raja Charles III Terkena Kanker


Most Popular
Features