Top! Zulhas Raih Penghargaan Indonesia Food Transformation Award

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Selasa, 28/04/2026 15:03 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menyampaikan sambutan dalam pelepasan Ekspor Udang Indonesia Bersertifikat Bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berhasil mendapatkan penghargaan Indonesia Food Transformation Award dalam acara Food Summit 2026 CNBC Indonesia yang digelar CNBC Indonesia di Jakarta pada Senin (27/4/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Zulkifli Hasan dalam mewujudkan masa depan pangan Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Capaian ini tidak lepas dari peran Zulhas dalam melakukan akselerasi di berbagai program strategis nasional, salah satunya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Asal tahu saja, pemerintah di bawah komando Zulhas menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp139,4 triliun pada 2025 yang dialokasikan ke berbagai kementerian dan BUMN terkait, termasuk sektor pertanian, kelautan, pekerjaan umum, serta pupuk. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp16,259 triliun sebagai Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan nasional.


Zulhas juga turut menggalakkan program swasembada protein melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dalam konteks ini, pemerintah membidik pembangunan sekitar 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia yang dilengkapi fasilitas pabrik es dan cold storage. Langkah ini ditempuh guna memperkuat pasokan ikan nasional, menjaga stabilitas harga, termasuk menopang kebutuhan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Lebih jauh, program MBG juga ditargetkan sebagai mesin penggerak ekonomi pangan nasional. Saat berjalan penuh, kebutuhan harian diperkirakan mencapai 82,9 juta butir telur, jumlah serupa untuk daging ayam, sayur-mayur, buah-buahan, hingga ikan segar. Pemerintah juga memastikan hasil panen petani seperti padi, jagung, dan singkong tetap terserap melalui kebijakan pembelian langsung.

Untuk memperkuat ekonomi desa, pemerintah membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi desa, mulai dari pertanian, perikanan hingga peternakan. Produk yang terserap kemudian dipasok ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bahan baku program MBG.

Upaya percepatan reformasi di sektor hulu juga dilakukan oleh Zulhas dengan menyederhanakan proses distribusi pupuk bersubsidi lewat Peraturan Presiden (Perpres) baru agar pupuk lebih cepat sampai ke petani. Selain itu, pembangunan saluran irigasi turut dipercepat agar petani tidak lagi bergantung pada curah hujan dan dapat meningkatkan intensitas tanam di berbagai daerah.

Kontribusi Zulhas dalam menjaga stabilitas harga pangan juga besar yakni dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini dipadukan dengan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar murah yang menyalurkan beras, cabai, gula, bawang, daging, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat pada Februari-Maret 2026.

Tak hanya kebijakan nasional, Zulhas juga mendorong modernisasi pertanian lewat bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Di Kebumen misalnya, pemerintah menyalurkan 136 unit alsintan kepada 56 kelompok tani di 19 kecamatan, mulai dari hand traktor, pompa air, mesin perajang, hingga traktor roda empat.

Melalui rangkaian kebijakan ini, Zulkifli Hasan menempatkan ketahanan pangan bukan sekadar isu produksi, tetapi agenda besar nasional yang menghubungkan petani, nelayan, koperasi desa, industri logistik, hingga pemenuhan gizi masyarakat.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Zulkifli Hasan Raih Indonesia Food Transformation Award