Penumpang Ramai Ajukan Refund di Stasiun Gambir Imbas Tabrakan Kereta

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 28/04/2026 13:46 WIB
Foto: Imbas kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi masih terasa hingga Selasa (28/4/2026). Gangguan operasional yang terjadi membuat arus perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir terganggu, bahkan sejumlah perjalanan harus dibatalkan demi keselamatan dan proses evakuasi. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Imbas kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi masih terasa hingga Selasa (28/4/2026). Gangguan operasional yang terjadi membuat arus perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir terganggu, bahkan sejumlah perjalanan harus dibatalkan demi keselamatan dan proses evakuasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebelumnya menyampaikan bahwa insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Meski jalur hilir lintas Bekasi-Tambun sudah bisa dilalui kembali sejak pukul 01.04 WIB, operasional belum sepenuhnya normal. Sejumlah pembatasan perjalanan masih diberlakukan untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api.

Dampaknya langsung terasa pada penumpang, terutama mereka yang berangkat dari Stasiun Gambir. Banyak calon penumpang memilih membatalkan perjalanan dan mengajukan pengembalian dana tiket. Kondisi ini juga memicu antrean di layanan refund.


"Yang sudah mengajukan refund hingga jam 12 siang ini ada 212 tiket, khusus untuk keberangkatan di hari ini," kata petugas refund tiket kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/4/2026).

Selain pembatalan, keterlambatan perjalanan juga menjadi faktor utama penumpang membatalkan perjalanan. Situasi di stasiun pun dipenuhi penumpang yang mencari kepastian jadwal.

"Dikembalikan 100%. Jadi refund tersebut khusus yang berangkat dari Gambir ke semua tujuan atau rute," kata petugas.

Foto: Imbas kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi masih terasa hingga Selasa (28/4/2026). Gangguan operasional yang terjadi membuat arus perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir terganggu, bahkan sejumlah perjalanan harus dibatalkan demi keselamatan dan proses evakuasi. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Kebijakan pengembalian penuh ini menjadi langkah untuk menjaga kepercayaan pelanggan. KAI memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang terdampak, baik karena pembatalan maupun keterlambatan perjalanan. Hal ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab atas gangguan operasional yang terjadi.

"Kalau memang cancel bisa langsung ajukan refund, termasuk untuk rute yang ada keterlambatan juga bisa mengajukan refund, setidaknya untuk yang telat sejam," kata petugas tersebut.

Di tengah situasi tersebut, tidak semua penumpang memilih membatalkan perjalanan. Sebagian tetap bertahan dan menunggu keberangkatan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah faktor urgensi perjalanan yang tidak terlalu mendesak.

Penumpang tujuan Surabaya Pasar Turi, Rini menjadi salah satu yang memilih menunggu. Ia dijadwalkan berangkat pukul 10.20 WIB, namun harus menghadapi keterlambatan akibat insiden tersebut.

"Telat ya tapi mau gimana lagi, karena kecelakaan di Bekasi kemarin kan ngga ada yang mau juga, saya juga berempati lah," katanya.

Sikap serupa juga terlihat dari sejumlah penumpang lain yang tetap berada di area stasiun. Mereka memilih bersabar sambil menunggu kepastian keberangkatan dari petugas. Situasi ini mencerminkan pemahaman penumpang terhadap kondisi darurat yang terjadi.

"Tunggu aja gak apa-apa, kebetulan nggak buru-buru, semoga gak lama lagi berangkat," kata penumpang lainnya.

Sebagai informasi, sejumlah perjalanan KA jarak jauh dibatalkan pada hari ini, termasuk KA Argo Sindoro, Gumarang, Jayabaya, hingga Argo Anjasmoro. Selain itu, operasional Stasiun Bekasi Timur juga ditutup sementara dan perjalanan KRL lintas Cikarang-Cibitung hanya sampai Stasiun Bekasi. Upaya pemulihan masih terus dilakukan agar layanan kereta api dapat kembali normal secepatnya.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: KA Argo Bromo Tabrak KRL: 14 Orang Meninggal, 84 Warga Terluka