PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, penumpang KRL tercatat 7 orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis, Selasa (28/4/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan per pukul 06:30 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan ini mencapai 7 orang. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Sedangkan yang mengalami luka-luka dan masih mendapat perawatan di beberapa rumah sakit mencapai 81 orang, dan 3 orang masih terjebak di dalam KRL. (REUTERS/Willy Kurniawan)
"Per 06:30 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 (tujuh) orang. Sementara itu, penumpang yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan berjumlah 81 (delapan puluh satu) orang. Selain itu, masih terdapat 3 (tiga) penumpang yang hingga saat ini masih terperangkap di dalam rangkaian kereta," kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). (REUTERS/Willy Kurniawan)
KAI bersama jajaran Basarnas dan pihak terkait tengah mempersiapkan evakuasi lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dan gerbong belakang KRL Commuter Line yang mengalami kerusakan cukup parah. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Meski proses evakuasi rangkaian masih dilakukan, tetapi jalur menuju Jakarta sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas. Namun, perjalanan kereta api masih belum normal karena perjalanan menggunakan satu jalur untuk kedua arah. Bahkan, perjalanan KRL lintas Cikarang-Kampung Bandan masih hanya berakhir di Stasiun Bekasi. (REUTERS/Willy Kurniawan)