MARKET DATA

Sumber Duit Nomor Satu Taiwan Dicuri, Pelakunya Ternyata Orang Jepang

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
28 April 2026 08:26
A general view of the Taiwan Semiconductor Manufacturing Company's (TSMC) fabrication plant in Kaohsiung, Taiwan, June 7, 2025. REUTERS/Ann Wang
Foto: REUTERS/Ann Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Taiwan menjatuhkan hukuman berat kepada seorang mantan insinyur perusahaan Jepang setelah terbukti mencuri data industri chip paling strategis di dunia.

Pengadilan Kekayaan Intelektual dan Komersial Taiwan menjatuhi mantan karyawan Tokyo Electron, Chen Li-ming, hukuman 10 tahun penjara karena mencuri data milik raksasa chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Empat terdakwa lain dalam kasus tersebut juga divonis hingga enam tahun penjara, sedangkan seorang terdakwa perempuan mendapat hukuman 10 bulan penjara dengan masa percobaan tiga tahun.

Putusan ini mencerminkan sikap tegas Taiwan dalam melindungi industri semikonduktor, yang kini dianggap sebagai aset keamanan nasional.

TSMC sendiri merupakan pemasok utama chip untuk raksasa teknologi seperti Nvidia, Apple, dan AMD, yang menopang perkembangan kecerdasan buatan, superkomputer, hingga sistem pertahanan militer.

Selain hukuman penjara, pengadilan juga menjatuhkan denda kepada unit Tokyo Electron di Taiwan sebesar NT$150 juta. Perusahaan tersebut diberi opsi membayar NT$100 juta kepada TSMC sebagai kompensasi.

Hakim menyebut terdakwa tidak membocorkan rahasia dagang ke pihak lain di luar perusahaan, namun Tokyo Electron dinilai kurang melakukan pengawasan terhadap karyawannya.

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan Taiwan terhadap kebocoran teknologi chip.

Pemerintah Taiwan kini memantau ketat baik mitra lama maupun perusahaan yang memiliki hubungan dengan China, yang tengah mempercepat ambisi membangun industri semikonduktor domestik.

Tahun lalu, jaksa juga menggeledah rumah mantan eksekutif TSMC yang bergabung dengan Intel setelah perusahaan Taiwan itu menuduhnya berpotensi mentransfer kekayaan intelektual. Perusahaan AS tersebut membantah tudingan tersebut.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tetangga RI Kebut Bangun 'Iron Dome' Canggih, Siap Perang Lawan China


Most Popular
Features