MARKET DATA

Mengapa KA Argo Bromo Anggrek Bisa Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur?

Wiji Nur Hayat,  CNBC Indonesia
28 April 2026 07:56
Suansa uusai rangkaian commuter line dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: Suansa uusai rangkaian commuter line dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Senin malam 27 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan-Cikarang yang berhenti di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. KA Argo Bromo Anggrek langsung berbenturan keras hingga menyebabkan gerbong belakang ringsek.

Akibat kejadian ini jalur KA lintas Bekasi-Cibitung yang menjadi jalur tersibuk lumpuh. Sebanyak 7 orang meninggal dunia dan 82 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Lantas pertanyaannya mengapa KA Argo Bromo Anggrek bisa menabrak KRL Tokyo Metro (TM) 5568A di jalur yang sama?

Peristiwa tertabraknya KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek diawali dengan peristiwa KRL PLB 5181 relasi Cikarang-Angke menabrak taksi Green SM di perlintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi, Senin malam. Ini yang menjadi pemicu tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden itu membuat KRL PLB 5568A dengan tujuan Kampung Bandan-Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur menunggu KRL tujuan Cikarang-Angke yang menabrak taksi melintas kembali. Namun, saat berhenti tersebut KRL PLB 5568A Kampung Bandan-Cikarang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi.

Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus mengungkapkan angkat bicara. Dia bilang prinsip absolute block system persinyalan pada perkeretaapian Indonesia menegaskan apabila ada satu rangkaian kereta di dalam satu petak jalan maka sinyal masuk di arah stasiun sebelahnya itu harus berindikasi merah. Sementara itu, kereta berikutnya dilarang masuk karena masih ada kereta di petak blok yang sama.

Pada prinsip keamanan kereta api, tidak boleh ada 2 kereta api baik itu berlawanan arah maupun searah dalam 1 petak blok karena berbahaya dan melanggar prinsip keselamatan.

"Fakta bahwa KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk hingga menabrak KRL di depannya, ini menjadi hal yang harus di dalami dan menjadi perhatian KNKT," ungkap Joni kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/4/2026).

Suansa uusai rangkaian commuter line dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)Foto: Suansa uusai rangkaian commuter line dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Menurutnya secara umum ada beberapa faktor yang kemungkinan bisa menjadi penyebab suatu kereta api ditabrak dari belakang yaitu :

  1. Pelanggaran terhadap sinyal merah (indikasi berhenti) atau signal passed at danger
  2. Kegagalan sistem sinyal sehingga menampilkan aspek yang salah (wrong side failure)
  3. Miskomunikasi terkait batas kecepatan dalam prosedur berjalan hati-hati melewati sinyal merah
  4. Penyimpangan prosedur yang menyebabkan kereta diizinkan masuk ke jalur yang masih terisi kereta lain.
  5. Masalah teknis, seperti rem blong pada Kereta mengalami kerusakan di sistem pengereman sehingga tidak mampu berhenti tepat waktu meskipun sinyal sudah terlihat
  6. Faktor konsentrasi, hilangnya kosentrasi pada masinis sehingga mengurangi kewaspadaan dalam memantau kondisi jalur di depannya.

Joni ikut prihatin dan turut berduka mendalam atas kejadian yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Ia berharap ini menjadi perhatian, evaluasi serta pembenahan bagi KAI dan KCI maupun pihak-pihak terkait, sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi serta mendorong KNKT untuk segera melakukan investigasi mencari penyebabnya dengan cermat dan seksama guna perbaikan transportasi ke depannya yang lebih aman

"Evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh seperti pembenahan dan peningkatan pembinaan SDM, penerapan prosedur operasional yang ketat, serta memastikan kehandalan sarana dan prasarana," imbuhnya.

Lebih lanjut Joni menegaskan bahwa pada dasarnya bisnis transportasi adalah bisnis keselamatan dan pelayanan maka sepatutnya tidak boleh ada korban jiwa, sehingga semua pihak yang terkait wajib berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Hakikatnya mencegah kecelakaan kereta api memerlukan intervensi berlapis di berbagai bidang, termasuk prosedur operasional, faktor manusia, teknologi, dan pengawasan regulasi. Di sisi lain Joni memberikan respon positif atas gerak cepat yang dilakukan oleh KAI Bersama KCI dalam proses evakuasi korban dan evakuasi material kereta yang terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sudah mendatangi langsung emplasemen Stasiun Bekasi Timur tempat kejadian tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Dia mengatakan Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta tersebut.

Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan.

"Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak terkait guna mendalami penyebab insiden tersebut," ucapnya.

(wur/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur


Most Popular
Features