MARKET DATA
Food Summit 2026

Dari Hulu ke Hilir, KKP Bangun Sistem Ketat Jaga Keamanan Pangan RI

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
27 April 2026 17:09
Kepala Biro Perencanaan KKP, Andy Artha Donny Oktopura sebagai dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Kepala Biro Perencanaan KKP, Andy Artha Donny Oktopura sebagai dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keamanan pangan dalam negeri kini menjadi fokus utama pemerintah, tidak kalah penting dari standar ekspor. KKP menilai tantangan di pasar domestik justru lebih kompleks.

Rantai pasok yang panjang serta dominasi pelaku UMKM membuat pengawasan menjadi tidak mudah. Karena itu, dibutuhkan sistem yang terintegrasi dan konsisten.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura menjelaskan langkah yang diambil pemerintah.

"Kami membangun sistem keamanan pangan domestik mulai dari hulu hingga ke distribusi," ujarnya dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework" di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Sistem ini mencakup sertifikasi produksi, pengolahan, hingga distribusi. Semua tahap harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Kita perbaiki sistem sertifikasi di hulu, di pengolahan, sampai ke distribusi," kata Andy.

KKP juga menggandeng pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memastikan implementasi berjalan efektif. Kolaborasi menjadi kunci utama.

"Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mengimplementasikan sistem ini," jelasnya.

Selain pengawasan, edukasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Perubahan pola pikir dinilai penting dalam menjaga kualitas pangan.

"Kita harus mulai melihat bahwa yang penting bukan hanya harga murah, tapi juga keamanan pangan," ungkap Andy.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat Indonesia. Tidak hanya cukup secara kuantitas, tetapi juga aman dan sehat.

Ke depan, KKP optimistis sistem ini mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pangan domestik. Standar keamanan akan semakin diperketat.

"Harapannya, produk perikanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan berkualitas," tutupnya.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Top! Produk Perikanan RI Diterima di 147 Negara, KKP Ungkap Rahasianya


Most Popular
Features