Internasional

Isi Lengkap "Bom" Baru Eropa ke Rusia, Indonesia Terseret

luc, CNBC Indonesia
Senin, 27/04/2026 14:30 WIB
Foto: Bendera Uni Eropa. (REUTERS/Johanna Geron)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa kembali memperketat tekanan terhadap Rusia dengan mengesahkan paket sanksi ke-20, yang menyasar sektor energi, keuangan, perdagangan, hingga propaganda. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen blok tersebut untuk mendukung Ukraina di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Komisi Eropa menyatakan bahwa paket terbaru ini dirancang untuk mendorong Moskow kembali ke meja perundingan dengan syarat yang dapat diterima oleh Kyiv.

"Komitmen Uni Eropa terhadap Ukraina yang bebas dan berdaulat tidak tergoyahkan," demikian pernyataan resmi Komisi. "Setiap hari serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil Ukraina berlanjut adalah hari tambahan penderitaan bagi rakyat Ukraina."


Paket sanksi ke-20 ini disebut memiliki fokus kuat pada pencegahan penghindaran sanksi, serta memperluas tekanan terhadap sumber pendapatan utama Rusia, khususnya sektor energi. Selain itu, sanksi juga menyasar layanan keuangan termasuk kripto, perdagangan, hingga media propaganda.

Berikut rincian utama paket sanksi terbaru Uni Eropa terhadap Rusia:

Sektor Energi

  • Sebanyak 36 entitas baru dari sektor energi Rusia dimasukkan ke dalam daftar sanksi, mencakup kegiatan eksplorasi, ekstraksi, penyulingan, hingga transportasi minyak.

  • Uni Eropa menambahkan entitas baru dalam jaringan kapal bayangan Rusia, termasuk perusahaan di negara ketiga, satu perusahaan asuransi maritim besar, serta 46 kapal tambahan. Total kapal yang masuk daftar kini mencapai 632 kapal, yang dikenai larangan akses pelabuhan dan layanan.
    Namun, 11 kapal juga dicabut dari daftar karena kembali mematuhi aturan.

  • Diterapkan kewajiban uji tuntas bagi penjual di Uni Eropa serta klausul "tidak untuk Rusia" dalam kontrak penjualan guna mencegah kapal digunakan dalam jaringan ilegal. Diperkenalkan juga aturan pembongkaran (scrapping) kapal untuk mengurangi armada bayangan.

  • Dua pelabuhan Rusia, Murmansk dan Tuapse, masuk daftar sanksi, bersama satu pelabuhan di negara ketiga, yaitu Karimun Oil Terminal di Indonesia, karena terkait dengan penghindaran batas harga minyak dan armada bayangan Rusia.

  • Uni Eropa menyiapkan dasar hukum untuk melarang transportasi minyak Rusia di masa depan, bekerja sama dengan G7 dan Price Cap Coalition.

  • Dilarang memberikan layanan perawatan bagi kapal LNG dan kapal pemecah es Rusia.

  • Operator Uni Eropa diperbolehkan mengakhiri kontrak jangka panjang dengan pihak Rusia.

Sektor Keuangan

  • 20 bank Rusia tambahan dilarang berbisnis dengan operator Uni Eropa. Total bank yang terdampak kini mencapai 70 bank.

  • Empat bank di Kyrgyzstan, Laos, dan Azerbaijan dikenai larangan transaksi karena membantu Rusia menghindari sanksi.

  • Diberlakukan larangan penuh terhadap transaksi dengan penyedia layanan kripto Rusia, termasuk platform terdesentralisasi.

  • Penggunaan stablecoin RUBx dan rubel digital dilarang karena berpotensi digunakan untuk menghindari sanksi.

  • Dilarang bekerja sama dengan agen yang memfasilitasi transaksi internasional Rusia untuk menghindari sanksi.

  • Lima entitas keuangan dari negara ketiga dicabut dari daftar setelah memberikan komitmen kepatuhan.

Sektor Perdagangan

  • Barang senilai lebih dari 365 juta euro, mulai dari karet hingga traktor, dilarang diekspor ke Rusia.

  • Pembatasan teknologi militer, termasuk bahan peledak, peralatan laboratorium, serta pelumas berkinerja tinggi.

  • Penyediaan layanan keamanan siber ke Rusia dibatasi.

  • Logam, bahan kimia, dan mineral senilai lebih dari 530 juta euro dikenai larangan impor.

  • Kuota amonia ditetapkan batas impor untuk menahan volume yang masuk.

Industri Militer Rusia

  • 58 perusahaan dan individu yang terlibat dalam produksi militer, termasuk drone, dikenai sanksi.

  • Target pemasok global, termasuk entitas dari China, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Belarusia yang memasok barang dual-use.

Anti-Penghindaran Sanksi

  • Uni Eropa menindak Kyrgyzstan karena gagal mencegah ekspor ulang barang seperti mesin dan peralatan telekomunikasi ke Rusia yang digunakan untuk produksi drone dan rudal.

  • Penambahan 60 entitas, terdiri dari 32 entitas di Rusia dan 28 di negara ketiga seperti China, Turki, UEA, dan Thailand.

Sanksi Tambahan

  • 120 entitas dan individu baru, termasuk 33 individu dan 83 entitas yang dikenai pembekuan aset dan larangan perjalanan. Target mencakup oligarki, pelaku penculikan anak Ukraina, propagandis, serta pihak yang menjarah warisan budaya.

Perlindungan Hukum bagi Perusahaan UE

  • Pengadilan negara anggota kini dapat menjatuhkan denda terhadap pihak Rusia yang mengajukan gugatan bermotif penyalahgunaan.

  • Perusahaan UE dapat menuntut ganti rugi atas putusan hukum yang merugikan di negara ketiga.

  • Diberlakukan larangan transaksi terhadap pihak yang membantu penegakan putusan tersebut.

  • Sanksi juga menyasar pihak Rusia yang memanfaatkan pengambilalihan aset perusahaan UE secara tidak sah.

Langkah Tambahan

  • Situs "cermin" media seperti Russia Today dan Sputnik akan diblokir di Uni Eropa.

  • Dilarang menerima pendanaan dari pemerintah Rusia dalam bidang penelitian dan inovasi.

Perluasan ke Belarusia

Paket ini juga mencerminkan sejumlah sanksi terhadap Rusia ke dalam rezim sanksi terhadap Belarusia, terutama di bidang perdagangan, keuangan, layanan, dan perlindungan hukum.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rusia Klaim Kuasai Wilayah Ukraina, Luhansk Sepenuhnya Dikuasai