Food Summit 2026

Deputi Kemenko Pangan Buka-Bukaan Pentingnya Keamanan Pangan

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 27/04/2026 10:43 WIB
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti memberi pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti menekankan pentingnya keamanan pangan karena berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan. Hal itu ditekankan Nani dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

"Kenapa keamanan penting? Keamanan pangan itu yang dimaksud dari sisi regulasi. Karena kita melihat program Presiden ditugaskan ke Pak Menko untuk memimpin tim koordinasi seperti Makan Bergizi Gratis itu sangat membutuhkan ini," ujarnya.

Menurut Nani, terdapat tiga aspek yang diatur. Pertama, mencegah pangan yang tidak aman dikonsumsi masyarakat. Kedua, memperkuat pengawasan keamanan pangan nasional secara terpadu.

"Terakhir, terjadi KLB (kejadian luar biasa) keracunan makanan yang perlu kita mitigasi dan lakukan upaya khusus. Tapi bukan hanya program itu saja, tapi juga dari program lain juga," kata Nani.

Secara global, dia menjelaskan kalau keracunan makanan secara global menimbulkan kerugian US$ 110 miliar atau setara Rp 1.760 triliun dan mencakup biaya kesehatan hingga produktivitas yang hilang.

Sedangkan di Indonesia, menurut Nani, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun. Termasuk program MBG di mana beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disuspen berdampak kepada kerugian di mana seharusnya ada benefit yang diterima.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Standar Global, Produsen Keripik Kentang Jamin Keamanan Pangan