Dorong Pengelolaan Lingkungan, Ini Sederet Inovasi KPI RU III Plaju

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Minggu, 26/04/2026 17:06 WIB
Foto: Dok Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (RU III Plaju)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kilang Pertamina Internasional/Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (RU III Plaju) melakukan inisiasi inovasi sosial bernama Belida Musi Lestari: Berdikari, yakni inovasi berupa model ekosistem budidaya perikanan berdikari.

Belida Musi Lestari: Berdikari merupakan respons atas praktik budidaya perikanan tidak berkelanjutan dan kurang optimal, ditambah ancaman kepunahan ikan endemik belida akibat maraknya illegal fishing yang memicu degradasi ekosistem serius di sekitar sungai.

Program ini dijalankan melalui lima pilar, yaitu pertama, Berdikari Benih untuk memastikan ketersediaan benih ikan secara mandiri melalui pemijahan alami dan buatan. Kedua, Berdikari Proses yang menekankan pada tata kelola budidaya yang efisien. Ketiga, Berdikari Pakan yang mengimplementasikan inovasi pengolahan pakan mandiri dari sampah rumah tangga dan pasar untuk menekan biaya produksi.


alt="" title="Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (RU III Plaju)" />Foto: Dok Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (RU III Plaju)

Keempat, Berdikari Produk yang merupakan hilirisasi perikanan dengan diversifikasi produk bernilai tambah. Kelima, Berdikari Pengetahuan yang fokus pada transfer ilmu pengetahuan sebagai fondasi dan upaya keberlanjutan.

Program yang melibatkan 307 masyarakat dari 8 kategori kelompok rentan ini berhasil meningkatkan skala bisnis perikanan dan mengembangkan learning center perikanan terintegrasi. Secara finansial, program ini meningkatkan hasil penjualan ikan hingga 809% atau sekitar Rp760 juta.

Dari sisi lingkungan, program ini berhasil menjawab tantangan limbah dengan mengolah 36 ton sampah makanan menjadi pakan ikan atau pellet food waste. Program ini memunculkan pemanfaatan sampah palet plastik dari kilang menjadi dinding kolam perikanan melalui inovasi "Eco Aquatic Block" yang telah mendapatkan sertifikat paten dan membantu mengurangi longsor dinding kolam perikanan.

Adapun dari sisi pelestarian, program Belida Musi Lestari: Berdikari berhasil mengonservasi empat jenis ikan belida khas Sumatera Selatan yang hampir punah. Sementara itu, dari sisi keberlanjutan, program ini juga melahirkan 30 pusat pembelajaran masyarakat yang dilengkapi dengan 2 model pembelajaran dan 18 kelas edukasi perikanan.

Inovasi lainnya adalah  Integrated Multi Tropic Aquaculture (IMTA) yang turut menekan penggunaan air dan meningkatkan perbaikan kualitas air. Sistem ini merupakan metode budidaya perikanan berkelanjutan dengan pendekatan Bio-Treatment, yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan limbah non-B3 dari kilang sebagai material IMTA untuk mengubah limbah menjadi sumber daya baru.

Sistem IMTA meningkatkan produktivitas masyarakat pembudidaya dari satu komoditas menjadi tiga komoditas, yaitu ikan konsumsi, cacing sutera, dan indigofera. Pendekatan multi-tropik ini terbukti lebih efisien dibandingkan sistem mono-tropik konvensional, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.

Selain itu, inovasi Alat Kondensasi Ikan Asap Ramah Lingkungan yang mampu meningkatkan produktivitas usaha ikan asap dengan lebih ramah lingkungan. Inovasi pertama di Sumatera Selatan ini mengoptimalkan panas melalui perangkap sehingga tidak ada asap terbuang dan mempercepat proses pengasapan sekaligus ramah lingkungan. Asap tersebut kemudian diolah menjadi asap cair melalui proses kondensasi.

Adapun untuk dampaknya masyarakat di sekitar tempat produksi ikan asap tidak lagi terganggu dengan polusi udara yang ditimbulkan dari proses pengasapan ikan. Hal ini dapat menjaga harmonisasi antara UMKM dan masyarakat.

Atas berbagai inovasi tersebut, RU III Plaju meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan peringkat Emas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, penghargaan PROPER rutin digelar sebagai upaya untuk meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup. Penghargaan tersebut diberikan dengan menggunakan sejumlah parameter. PROPER merupakan program pengungkapan publik untuk penilaian lingkungan hidup.

 


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Resmi Gabungkan 3 Anak Usaha di Industri Hilir Migas