Internasional

Penyelidikan Kriminal Powell Dihentikan, Demi Muluskan Pilihan Trump?

Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 25/04/2026 06:00 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara selama tur di gedung Dewan Federal Reserve, yang saat ini sedang direnovasi, di Washington, D.C., AS, 24 Juli 2025. (REUTERS/Kent Nishimura)

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memutuskan menghentikan penyelidikan kriminal atas Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, Jumat (24/4/2026).

Keputusan ini diumumkan Jaksa Federal Tertinggi Distrik Columbia Jeanine Pirro di lewat sebuah unggahan di media sosial X. Dalam unggahan itu dia menegaskan tidak akan ragu membuka kembali penyelidikan kriminal atas bos utama bank sentral AS itu.

Pirro mengungkapkan, Inspektorat Jenderal (Itjen) The Fed telah diminta untuk menyelidiki dugaan pembengkakan biaya dalam pembangunan-renovasi kantor The Fed di Washington. Kata dia, renovasi itu menjadi alasan penyelidikan atas Powell.


"Saya telah menginstruksikan kantor saya untuk menutup penyelidikan kami sementara Inspektur Jenderal melakukan penyelidikan ini. Namun, perlu dicatat bahwa saya tidak akan ragu untuk memulai kembali penyelidikan kriminal jika fakta-fakta tersebut membenarkannya," tulis Pirro dalam unggahan itu, seperti dikutip dari CNBC International, Sabtu (25/4/2026). 

Masih melansir CNBC International, keputusan Departemen Kehakiman ini disebut membuka jalan lebar bagi Kevin Warsh. Warsh digadang-gadang akan menggantikan Powell, dan merupakan sosok pilihan Presiden AS Donald Trump. Dan telah menjalani sidang konfirmasi di Senat AS sebagai calon Ketua The Fed yang baru. Dia menegaskan The Fed akan tetap independen dari White House jika ia terpilih 

Di mana disebutkan, Senat AS menunda pemungutan suara penuh atas Warsh kecuali penyelidikan kriminal itu berakhir.

"Inspektur Jenderal memiliki wewenang untuk meminta pertanggungjawaban Federal Reserve kepada para pembayar pajak Amerika," tulis Pirro.

"Saya mengharapkan laporan komprehensif dalam waktu singkat dan yakin bahwa hasilnya akan membantu menyelesaikan, sekali dan untuk selamanya, pertanyaan-pertanyaan yang menyebabkan kantor ini mengeluarkan surat panggilan," tambahnya.

Lebih lanjut diberitakan, Pirro menyebut, penyelidikan itu dilakukan untuk menekan Powell dan The Fed agar menurunkan suku bunga seperti yang diinginkan Trump.

Belum ada komentar resmi dari The Fed maupun Pirro dan Warsh terkait hal ini.


(dce/dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Warsh Uji Kelayakan Ketua The Fed, Arah Suku Bunga Jadi Sorotan