MARKET DATA
Internasional

Baku Tembak Pecah di Perbatasan 2 Negara Muslim, Puluhan Orang Tewas

luc,  CNBC Indonesia
24 April 2026 15:30
Konflik di perbatasan Afghanistan dan Pakistan kembali memanas, puluhan orang di kedua pihak tewas. (REUTERS/Stringer)
Foto: Konflik di perbatasan Afghanistan dan Pakistan kembali memanas, puluhan orang di kedua pihak tewas. (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi keamanan di wilayah barat laut Pakistan kembali memanas setelah operasi militer besar berujung baku tembak sengit dengan kelompok bersenjata. Insiden ini tidak hanya menewaskan puluhan militan, tetapi juga memakan korban sipil, termasuk seorang anak.

Militer Pakistan pada Jumat (24/4/2026) mengumumkan bahwa 22 orang yang diduga militan tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan sepanjang pekan ini di wilayah barat laut negara itu. Seorang anak berusia 10 tahun juga dilaporkan tewas akibat terjebak dalam baku tembak tersebut.

Dalam pernyataan resmi, sayap media militer menyebut bahwa pada Selasa "operasi militer gabungan dilakukan oleh pasukan keamanan dan aparat penegak hukum" yang berujung pada "pertukaran tembakan intens" hingga menewaskan para militan.

Dilansir AFP, baku tembak itu terjadi di distrik Khyber, wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan dan selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan aktivitas kelompok bersenjata.

Di tengah operasi tersebut, seorang anak berusia 10 tahun menjadi korban. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka atas kejadian itu.

Ia "menyampaikan kesedihan atas syahidnya seorang anak berusia 10 tahun dalam penembakan tanpa provokasi oleh para teroris", demikian pernyataan dari kantor perdana menteri.

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan di Pakistan, banyak di antaranya diklaim oleh kelompok bersenjata Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), mengalami peningkatan signifikan, terutama di provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Afghanistan.

Pemerintah Pakistan menuduh Afghanistan menjadi tempat perlindungan aman bagi para militan sejak kelompok Taliban kembali berkuasa di Kabul pada 2021. Namun, tuduhan tersebut berulang kali dibantah oleh pihak Afghanistan.

Ketegangan akibat saling tuding ini telah memperburuk hubungan kedua negara dan memicu bentrokan rutin di wilayah perbatasan.

Bahkan, militer Pakistan tahun ini melancarkan serangkaian serangan yang oleh menteri pertahanan disebut sebagai "perang terbuka" di wilayah Afghanistan, menyusul rentetan serangan bom bunuh diri mematikan yang mengguncang negara itu.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Negara Muslim Terancam Perang, 10 Tewas Dibom


Most Popular
Features