Anindya Bakrie Bongkar Alasan Marak Perusahaan Rekrut Pekerja Magang
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie membeberkan alasan di balik tren perusahaan yang kini lebih banyak membuka lowongan pekerja magang (intern) dibandingkan merekrut karyawan tetap. Menurutnya, langkah ini dipengaruhi kombinasi faktor efisiensi, kebutuhan inovasi, hingga kondisi pasar tenaga kerja.
Anindya menyebut ada banyak alasan kenapa perusahaan memilih mempekerjakan karyawan magang, ketimbang karyawan status tetap.
"Saya rasa alasannya banyak ya. Tentu beragam," kata Anindya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Salah satu pertimbangan utama adalah kebutuhan efisiensi biaya operasional perusahaan atau operational expenditure (OPEX), terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
"Alasannya tentu jelas OPEX, Operation Expenditure," ungkapnya.
Selain itu, perusahaan juga melihat pekerja magang sebagai sumber penyegaran talenta, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI).
"Tapi lebih dari itu adalah penyegaran daripada talenta. Karena sebaik-baiknya talenta yang berpengalaman, senior, tentu nilai tangkap sama nilai inovasi untuk suatu teknologi, misalnya digitalisasi atau AI itu berbeda," terang dia.
Di sisi lain, skema magang dinilai bisa menjadi jembatan bagi lulusan baru yang belum terserap di pasar kerja, sekaligus membantu perusahaan memahami kebutuhan tenaga kerja secara lebih fleksibel.
"Dan saya rasa bagus sekali, karena yang paling rentan adalah bagaimana kalau misalnya yang sudah lulus sekolah itu tidak mendapatkan pekerjaan. Sehingga kalau misalnya ada magang dulu baru kerja, kita juga saling mengertilah apa yang diinginkan oleh pencari kerja, dan yang diinginkan oleh perusahaan," jelasnya.
Ia menekankan, kunci bagi dunia usaha saat ini adalah menjaga kondisi keuangan, khususnya arus kas (cash flow), sambil tetap melakukan transformasi model bisnis.
"Nah sekarang tinggal kita bagaimana menyikapi semua itu, mengetahui itu, tapi menjaga keadaan hari ini sehingga kita bisa sambil juga transformasi model bisnisnya masing-masing," kata Anindya.
"Ini bisa dibilang bahwa balance sheet Indonesia, baik income statement dalam tekanan cash flow yang mesti dijaga. Jadi kurang lebih seperti itulah kalau misalnya dalam analogi perusahaan," lanjutnya.
Di tengah kondisi tersebut, Anindya menyoroti peran pemerintah juga dinilai penting dalam mendukung ekosistem ketenagakerjaan, salah satunya melalui program magang nasional yang dinilai membantu dunia usaha sekaligus pencari kerja.
"Terima kasih juga untuk pemerintah yang mendorong untuk Program Magang Nasional. Itu sangat berguna," pungkasnya.
(wur) Add
source on Google