Dua Anak Usaha Pupuk Indonesia Raih Proper Emas dari KLH
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Kaltim (Pupuk Kaltim), anggota Holding Pupuk Indonesia bersama PT Kaltim Methanol Industri (PT KMI) berhasil meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan peringkat Emas. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Adapun penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).
Diketahui Pupuk Kaltim berhasil melakukan penghematan energi sebesar 74.627,54 Gigajoule melalui inovasi PROOF "Partnership in Rooftop for Our Future" yaitu inovasi efisiensi energi melalui pemanfaatan atap gedung. Inovasi lainnya yakni INAZORB " Indonesian Zinc Oxide Adsorbent" turut menghasilkan penurunan emisi sebesar 2,49 Ton CO2 eq.
Selain itu, inovasi REMINE (Remarkable Maintenance Improvement for Efficiency Advancement) dari Pupuk Kaltim berdampak pada keuntungan penghematan pada air proses sebesar 18.900 m3. Sedangkan PT KMI berhasil menurunkan emisi sebesar 2.265 Ton CO2 melalui program TERPADU (Teknologi Regulasi dan Pengendalian Uap Dinamis) dengan inovasi penerapan otomatisasi berbasis PACE (Platform Advanced Control and Estimation).
PT KMI juga menjalankan program Penurunan Suhu Upstream Desalinasi (SUMUR JERAPAH) yang mampu mengurangi beban pencemar air limbah sebesar 1.212 m3. Selain itu, Program PESONA (pemanfaatan sampah logam yang ramah lingkungan) berupa kotak penyimpanan dan pengawetan (box kriogenik) yang mampu mengurangi sampah sebesar 300 Kg.
COO PT KMI Agus Priyatno menjelaskan pihaknya melakukan inovasi berupa carbon capture, di mana karbondioksida dimanfaatkan dan diproses kembali demi mengurangi emisi.
Dalam menjaga keseimbangan operasional industri dan lingkungan, PT KMI membuat inovasi lemari es tanpa listrik. Inovasi yang diberi nama Kotak Kehidupan ini dimanfaatkan oleh para nelayan untuk menjaga kesegaran ikan.
"Kotak Kehidupan bisa tahan hingga 72 jam, yang selama ini kalau es biasanya 8 jam. Sehingga nelayan menghemat bahan bakar dan memperpanjang kualitas ikan dan mengurangi limbah yang dibuang," jelas dia.
Agus berharap pihaknya bisa terus melakukan inovasi dalam menjalankan bisnis keberlanjutan.
"Kan tidak bisa hanya business as usual. Jadi inovasi yang di-improve dari tahun ke tahun. Itu tantangan kita. Tetapi, mudah-mudahan kita konsisten dalam rangka kontribusi dalam pengelolaan lingkungan," tegas dia.
(dpu/dpu) Add
source on Google