Ada Kartu Pokemon Harganya Tembus Rp1,5 Miliar di RI, Ini Karakternya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kartu Pokemon saat ini sedang diburu oleh banyak orang di Indonesia, menyebabkan harganya mengalami kenaikan. Hal ini pun membuat banyak orang berlomba-lomba menjadi kolektor. Bahkan seiring makin meningkatnya peminat kartu Pokemon, harganya pun naik signifikan hingga ada yang menyentuh ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah.
Ada beberapa alasan mengapa harga satu kartu Pokemon bisa mencapai miliaran rupiah, mulai dari rarity atau tingkat kelangkaannya, rasa nostalgianya, tingkat penilaian atau gradingnya, dan lain-lain.
Yongki, pemilik gerai kartu Pokemon di Agora Mall, Jakarta Pusat mengungkapkan harga kartu Pokemon yang dipajang di lemari khusus bisa mencapai Rp50 juta rupiah. Bahkan, ada juga kartu Pokemon yang tidak dipajang alias disimpan olehnya dengan harga mencapai Rp500 juta.
Penyebab mahalnya harga kartu Pokemon cukup beragam, mulai dari karakter yang tertera di kartu tersebut, penilaian atau grading kartu, kondisi kartu, dan lain-lain. Seperti karakter, di mana Pikachu dan Charizard menjadi yang paling banyak dicari karena kedua karakter ini sudah cukup kental dalam industri Pokemon.
"Karakternya jadi penentu, seperti Pikachu, itu kan karena masih jadi maskotnya Pokemon, Charizard karena sudah menjadi karakter khas Pokemon," terangnya.
Berikutnya penilaian kartu atau grading. Pemilik mengungkapkan pada awalnya, kartu-kartu Pokemon bisa dihargai tinggi karena sudah dinilai oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yakni Professional Sport Authenticator (PSA). Semakin tinggi nilai grading-nya, semakin mahal pula potensi harga kartu.
"Sebenarnya yang bikin mahal kartunya yakni karena sudah di-grading, kalau kartu Pokemon itu perusahaannya PSA, dari AS, biasanya nilai paling tinggi itu 10, itu bisa mahal," jelasnya.
Penilaian atau grading bergantung pada kualitas kartu, seperti posisi gambar karakter, kemiringan, dan lain-lain.
Foto: Penjualan kartu Pokemon pada toko ONcards di Mal Agora, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
"Penilaian grading itu berdasarkan kualitas fisik kartu, misal gambarnya tepat di tengah, enggak miring-miring, whiteningnya pas, warnanya bagus, ya lebih presisi lah intinya," ujarnya.
Selain grading, kartu semakin mahal jika produksinya sudah cukup lama.
"Kartu yang keluaran tahun lama itu bisa dihargai lebih mahal, karena sudah mulai langka, contohnya keluaran 1998, itu sudah pasti mahal banget," ucapnya.
Namun yang utama, tingkat rarity-nya, yakni indikator tingkat kesulitan memperoleh kartu dari booster pack, yang menentukan nilai koleksi dan harga pasar. Hierarki kelangkaan ini, dari yang terendah hingga tertinggi, umumnya ditandai dengan simbol (lingkaran, berlian, bintang) dan tekstur atau efek holo pada kartu, seperti Common (C), Uncommon (U), Rare (R), Double Rare (RR), Super Rare (SR), hingga Secret Rare (UR/SAR).
Sementara itu, Kevin, salah satu kolektor kartu pokemon, juga mengaku harga kartu pokemon mengalami kenaikan harga.
"Iya benar, sekarang banyak yang cari kartu Pokemon, dan ada juga yang mahal-mahal," kata Kevin.
Ia mengungkapkan fenomena naik daunnya kembali kartu Pokemon karena pada tahun ini tepat waralaba asal Jepang itu genap 30 tahun, sehingga banyak orang, terutama komunitas penggemar Pokemon mulai kembali melirik kartu tersebut.
"Jadi memang hype-nya lagi naik-naiknya, terus orang momentumnya tahun ini kan pas 30 tahun Pokemon ya, jadi ramai lagi yang berburu kartu Pokemon," lanjut Kevin.
Meski begitu, tingginya harga kartu Pokemon didasarkan pada kondisi langka seperti halnya memakai pakaian khusus atau lain-lainnya.
"Mahalnya sih karena gambar yang ada di kartunya itu cukup langka, seperti kemarin saya temukan di event Blok M, itu ada gambar Pikachu berkostum Super Mario sama Luigi, itu satu set dijual Rp1,5 miliar," ujarnya.
Adapun kolektor kartu Pokemon lain yakni Keni, mengungkapkan sudah ada yang menawarkan hingga puluhan juta. Namun, Ia memilih untuk tidak melepasnya karena cukup langka.
Adapun kolektor kartu Pokemon lain yakni Keni, mengungkapkan sudah ada yang menawarkan hingga puluhan juta. Namun, Ia memilih untuk tidak melepasnya karena cukup langka.
"Iya betul, beberapa hari terakhir, ada yang nawarin kartu saya sampai puluhan juta, tapi saya enggak mau lepas karena dapatnya saja sudah cukup effort, sebagai kolektor, bukan berarti selamanya soal uang," kata Keni.
Kartu-kartu yang ditawar harganya berkarakter Pikachu langka.
"Pikachu yang banyak dicari, mungkin karena masih jadi maskot Pokemon ya, sama Pokemon-Pokemon generasi awal-awal, itu yang biasanya mahal-mahal," ucapnya.
(chd/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Penjualan kartu Pokemon pada toko ONcards di Mal Agora, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)