MARKET DATA

Kendaraan Eropa Juga Mulai Uji Coba Pakai BBM Baru RI B50

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
22 April 2026 10:20
Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sambil memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama acara pengujian B50, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi
Foto: Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sambil memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama acara pengujian B50, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal sebagai B50, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi risiko yang timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Lembang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan sejumlah kendaraan dari pabrikan asal Eropa turut diikutsertakan dalam rangkaian uji coba teknis bahan bakar biodiesel 50% (B50).

Hal itu demi memastikan keandalan bahan bakar nabati tersebut terhadap berbagai variasi teknologi mesin diesel internasional yang beredar di pasar domestik sebelum masuk dalam tahap implementasi komersial.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa pelibatan merek non-Jepang menjadi salah satu poin penting dalam pengujian B50. Menurutnya, partisipasi produsen otomotif Eropa menunjukkan komitmen lintas pemangku kepentingan untuk mendukung target kemandirian energi nasional melalui program biodiesel.

"Sembilan unit untuk sektor otomotif dan kali ini pabrikannya bukan hanya pabrikan Jepang, pabrikan Eropa juga ikut. Bus sama truk besarnya ya, UD Truck, itu Mercedes. Jadi ini Eropa juga baru turut dan juga beda dengan yang B40 dulu ini lebih banyak kendaraannya yang ikut," ungkapnya di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, dikutip Rabu (22/4/2026).

Kendaraan Eropa yang mengikuti uji jalan (road test) tersebut mencakup kategori kendaraan berat seperti bus dan truk besar dengan kapasitas di atas 3,5 ton. Melalui uji coba yang dilakukan, pemerintah ingin membuktikan bahwa spesifikasi B50 mampu memenuhi standar kendaraan dengan beban kerja tinggi serta tuntutan emisi yang lebih bersih.

Dengan begitu, pemerintah menargetkan pengujian di sektor otomotif rampung pada Juni mendatang agar program mandatori B50 siap diimplementasikan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 1 Juli 2026. Selain otomotif, pengujian juga dilakukan secara komprehensif pada sektor pertambangan, perkeretaapian, maritim, hingga alat mesin pertanian.

"Hasil uji menunjukkan bahwa B50 memiliki kinerja yang andal, aman digunakan, dan kompatibel dengan teknologi yang ada saat ini serta tidak ada kendala yang signifikan," pungkas Eniya.

Di samping itu, Ketua Tim Uji B50 Cahyo Setyo Wibowo menambahkan bahwa pengujian dilakukan dalam kondisi mesin standar tanpa adanya penyesuaian khusus dari pihak pabrikan. Ia menekankan bahwa seluruh prosedur operasional tetap mengikuti standar pelayanan (SOP) yang ditentukan oleh masing-masing produsen kendaraan yang terlibat guna menjaga keandalan data hasil uji.

"Tadi disampaikan memang ada pabrikan Eropa yang ikut serta di dua kendaraan, satu bis, satu truk besar. Kami dalam pengujian ini barengan kerja sama dan support baik dari engineer ataupun teknisinya dari masing-masing pabrikan yang ikut serta," kata Cahyo dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program B50 yang ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan target penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter atau sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.

Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan distribusi di berbagai wilayah.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti alat berat dan perkeretaapian akan selesai bertahap hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara yang menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian energi nasional.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Program Biodiesel B50 Bakal Berlaku di Semester II 2026


Most Popular
Features