Wapres Gibran ke Yahukimo Usai Insiden Penembakan, Cek MBG Hingga RS

Halimatus Sa'diyah, CNBC Indonesia
Selasa, 21/04/2026 14:52 WIB
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja di Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

Yahukimo, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Papua dengan mengunjungi Kabupaten Yahukimo pada Selasa (21/4/2026). Yahukimo, yang dikelilingi pegunungan hijau Papua, dikenal sebagai daerah rawan kontak senjata, dengan keberadaan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).



Kunjungan ini penuh risiko, apalagi baru saja terjadi insiden penembakan hanya selang beberapa hari sebelum kedatangan Wapres Gibran. Jurnalis CNBC Indonesia ikut dalam rombongan Wapres Gibran yang terbang dari Timika menuju Yahukimo. Kesan menegangkan sudah terasa sejak seluruh penumpang pesawat diminta mengenakan jaket anti-peluru.

Mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai pada pukul 12.30 WIT, Wapres dan rombongan dikawal ketat pasukan pengamanan militer. Regu penembak juga terlihat ditempatkan di sejumlah titik, mengawasi dari jauh jika ada ancaman keamanan.

Bukan tanpa alasan, pada Januari lalu Wapres terpaksa membatalkan jadwal kunjungannya ke Yahukimo saat detik-detik terakhir sebelum pesawat lepas landas karena alasan keamanan. Pada waktu itu, OPM menembaki pesawat militer dan sipil, hanya beberapa jam sebelum kedatangan Wapres.

Karena itu, kedatangan Wapres Gibran di Yahukimo kali ini dinilai masih sangat berisiko. Meski begitu, agenda kunjungannya tetap normal: mengunjungi sekolah, mengecek Makan Bergizi Gratis (MBG), dan meninjau fasilitas di rumah sakit daerah.

Di Sekolah Kristen Yahukimo, kedatangan Wapres Gibran membuat pihak sekolah kaget. Sebab, tak ada persiapan selayaknya menyambut pejabat.

"Saya tidak tahu Pak Wapres akan ke sini, karena dikabari hanya Pak Felix (red: Felix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua)," ujar Holiek Kobak, Ketua Yayasan Fasilitator Pelayanan Pengharapan.

"Kalau enggak mendadak, enggak ke sini," sahut Wapres Gibran.

"Kita harus ke sini biar program-program pemerintah masuk," sambungnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, yang menyertai Wapres Gibran, membenarkan ada insiden baku tembak di Yahukimo baru-baru ini. Dia juga menyebut Satgas Cartenz berhasil menangkap pelaku.

"Kontak tembak itu tidak terlalu besar. Semuanya dalam rangka mengamankan warga negara Indonesia di sini," kata dia.

Meski ada kontak senjata, Djamari memastikan situasi keamanan di Yahukimo masih terkendali. "Upaya (memastikan keamanan) itu sudah dilakukan, sedang dilakukan, dan akan terus dilakukan," tegasnya.

Wapres Gibran Tak Kapok ke Yahukimo
Menutup kunjungannya, Wapres Gibran menyambangi markas tentara di Komando Rayon Militer (Koramil) Dekai. Dia menyampaikan apresiasi kepada para tentara atas kerja keras mereka melindungi rakyat di daerah yang rawan gangguan keamanan.

"Kalau Yahukimo dan sekitarnya dipastikan aman, otomatis kita bisa bawa program-program ke sini. Terima kasih atas kerja kerasnya."

Wapres Gibran juga berbagi soal pengalamannya kunjungan kerja selama tiga hari di Papua, mulai dari Nabire, Timika, Yahukimo, dan akan dilanjutkan ke Sorong. Dia tak menampik bahwa faktor keamanan membuat kunjungan ke Yahukimo menghadirkan tantangan tersendiri.

"Memang yang paling menantang Yahukimo, tapi saya enggak merasa kapok," ujarnya, sambil berjanji akan kembali ke Yahukimo untuk memastikan pemerataan pembangunan di Papua.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Layanan RS-Dokter Naik Kelas, Warga RI Tak Perlu Berobat Ke LN