FOTO

Berkalung Noken, Wapres Gibran Blusukan di Bandara Douw Aturure Nabire

(CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah), CNBC Indonesia
Senin, 20/04/2026 15:10 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026).

1/5 Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure yang baru di Nabire, Papua Tengah pada Senin (20/4/2026). Saat meninjau infrastruktur perhubungan tersebut, Gibran berkalung noken, tas tradisional Papua terbuat dari serat alam yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. (CNBC Indonesia/Halimatus Sa’diyah)

2/5 Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

Didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wapres Gibran meninjau aktivitas bandara yang kini memiliki landasan pacu (runway) yang lebih panjang. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

3/5 Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

Landasan pacu di Bandara Nabire diperpanjang dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan panjang tersebut, bandara kini tidak hanya bisa melayani pesawat kecil, tapi juga pesawat berbadan lebar (narrow body) seperti Boeing 737 seri 800/900 dan Airbus A320. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

4/5 Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

Proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Douw Aturure menelan biaya Rp94 miliar. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

5/5 Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Bandara Douw Aturure di Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

Wapres berbincang dengan warga lokal di ruang tunggu Bandara Douw Aturure. Bandara ini melayani penerbangan domestik, terutama menghubungkan wilayah Papua. (CNBC Indonesia/Halima Sa’diyah)

Add as a preferred
source on Google