Pria Bersenjata Ngamuk, Tembaki Warga & Sandera di Supermarket
Jakarta, CNBC Indonesia — Insiden penembakan terjadi di sebuah distrik di Kyiv, Ukraina pada Sabtu dan menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 14 lainnya. Pelakunya sendiri seorang pria kelahiran Rusia yang juga dilaporkan tewas setelah ditembak polisi.
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, pelaku awalnya melepaskan tembakan ke arah pejalan kaki di distrik Holosiivskyi sebelum akhirnya memasuki sebuah supermarket dan menyandera sejumlah orang.
Dinas Keamanan Ukraina menyatakan bahwa penembakan tersebut saat ini tengah diselidiki sebagai dugaan aksi terorisme, tetapi motif pelaku belum diketahui.
Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video malamnya menyampaikan bahwa penembakan terjadi di distrik Holosiivskyi yang rimbun dan mengakibatkan 14 orang terluka.
Ia menyebut pelaku sempat menyandera orang dan satu di antaranya meninggal dunia. Selain itu, empat orang tewas di lokasi kejadian, sementara seorang wanita meninggal di rumah sakit akibat luka parah.
"Dia menyandera dan sayangnya, salah satu dari mereka tewas. Empat orang tewas begitu saja di jalan. Seorang wanita meninggal di rumah sakit setelah terluka parah," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/4/2026).
Sementara itu, salah satu yang terluka adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang orang tuanya juga tewas, kata Jaksa Agung Ruslan Kravchenko.
Rekaman video Reuters menunjukkan kru darurat memuat jenazah ke dalam kendaraan. Penembakan seperti ini sangat jarang terjadi di Ukraina, terutama yang kota-kotanya menghadapi serangan udara Rusia secara teratur.
"Saya terkejut ketika melihat foto-foto orang-orang yang telah tewas," kata Lesia Rybzha, 45 tahun.
"Saya masih tidak mengerti mengapa, selain (Rusia) membunuh kami dengan serangan udara, orang-orang juga dibunuh di jalanan." tambahnya.
Seorang wanita yang mengaku bernama Hanna menyebut tersangka merupakan tetangganya yang dikenal tertutup dan menjauhi warga sekitar.
"Dia tidak ingin berkomunikasi dengan siapa pun. Ketika saya duduk di luar di jalan dia mengenal saya dari wajah saya, dia akan menyapa saya sebentar dan bergegas pergi untuk menjalankan urusannya. Dia tidak dekat dengan tetangganya atau siapa pun," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko mengatakan bahwa pihak kepolisian menyerbu supermarket setelah gagal mencoba bernegosiasi dengan tersangka selama 40 menit.
Ia mengatakan pria kelahiran Moskow pada tahun 1958 tersebut, memiliki senjata terdaftar dan telah memperoleh sertifikat medis untuk menggunakannya, bergerak menyusuri jalan dan menembak orang-orang tanpa peringatan sebelum memasuki supermarket.
"Dia hanya menembak orang-orang dari jarak dekat. Dia mendekati dan menembak mereka. Jadi orang-orang memiliki peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup," katanya.
(mkh/mkh) Add
source on Google