Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). PT Mitra Saruta Indonesia (MSI) mampu bertahan sebagai eksportir tekstil selama 36 tahun sejak berdiri pada 1989. Perusahaan yang berbasis di Nganjuk, Jawa Timur ini menjadi salah satu contoh industri padat karya yang konsisten menembus pasar global. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)
Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 1.700 karyawan dan memiliki kemampuan mengolah limbah tekstil hingga 3.500 ton per bulan. Dari limbah tersebut, MSI memproduksi berbagai olahan tekstil bernilai tambah. Produk unggulan MSI meliputi benang dan sarung tangan untuk berbagai kebutuhan. Jepang menjadi tujuan ekspor utama, disusul Amerika Serikat, dengan hubungan dagang yang telah terjalin sejak awal perusahaan mulai menembus pasar internasional. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)
Saat ini, kapasitas produksi sarung tangan mencapai 1,5 juta lusin pasang per bulan, sementara produksi benang berwarna mencapai 3.250 ton per bulan. Produk benang telah diekspor ke 29 negara, sedangkan sarung tangan menjangkau 21 negara di berbagai kawasan. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)
Diversifikasi pasar ekspor menjadi kunci ketahanan MSI menghadapi berbagai krisis global, termasuk gejolak perdagangan dunia. Menurut manajemen, pasar yang tersebar luas membuat dampak krisis tidak terlalu signifikan terhadap kinerja perusahaan. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)
Selain itu, perusahaan tidak bergantung pada bahan baku impor karena seluruh produksi berbasis limbah tekstil dari dalam negeri. Strategi menjaga stok bahan baku dan stabilitas harga juga membantu menjaga kepercayaan pelanggan serta kelangsungan produksi. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)
Dukungan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) turut memperkuat ekspansi MSI. Melalui fasilitas kredit modal kerja dan investasi, perusahaan mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar ekspor sesuai mandat pemerintah dalam mendorong ekspor nasional. (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)