MARKET DATA

Purbaya Jelaskan Cara Ekonomi RI Bisa Kuat, Bos IMF Agak Bingung

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
16 April 2026 10:50
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC Selasa (14/4/2026). (Instagram/menkeuri)
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam rangkaian pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC Selasa (14/4/2026). (Instagram/menkeuri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva sempat dibuat heran dengan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Purbaya usai melaksanakan pertemuan dengan Kristalina di sela rangkaian International Monetary Fund (IMF) Spring Meetings di Washington DC Amerika Serikat.

Purbaya mengatakan, pihak IMF mempertanyakan bagaimana Indonesia tetap mampu bertahan bahkan melaju di tengah tekanan ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga lonjakan harga komoditas.

"Ya, mereka agak bingung sebetulnya tadi ya. Kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global yang seperti ini," ujar Purbaya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (16/4/2026).

Purbaya menjelaskan, kekuatan ekonomi Indonesia saat ini tidak lepas dari perubahan kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah sejak tahun lalu. Penyesuaian strategi ekonomi tersebut dinilai membuat Indonesia lebih siap menghadapi gejolak global.

"Jadi kita sedang mengalami percepatan ketika shock dari ketidakpastian global, dari harga minyak yang tinggi. Sehingga kita bisa menyerap shock yang terjadi," ujarnya.

Selain itu, Purbaya mengaku juga menanyakan apakah IMF memiliki kebijakan khusus untuk membantu meredam ketidakpastian global yang sedang terjadi.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kristalina menjelaskan IMF tidak memiliki kewenangan langsung untuk menghentikan gejolak global. Namun, IMF siap menyediakan fasilitas pendanaan bagi negara-negara yang membutuhkan bantuan saat krisis.

"Yang jelas saya tanya ke dia apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian," terang Purbaya.

"Ya, dia bilang IMF tidak punya autoritas untuk melakukan itu, tapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan," tambahnya.

Kendati demikian, Purbaya menegaskan Indonesia saat ini belum membutuhkan bantuan semacam itu. Menurutnya, kondisi ekonomi domestik masih cukup kuat dan pemerintah memiliki ruang fiskal yang memadai untuk menghadapi tekanan global.

"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena negara kita cukup baik, dan kita masih punya batas yang cukup besar, yaitu Rp420 T yang saya bilang sebelumnya," ujarnya.

(mij/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos IMF Wanti-Wanti Pemimpin G20 Soal Utang & Reformasi Struktural


Most Popular
Features