Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, mengatakan bahwa korban tewas terdiri dari tiga siswa dan satu guru. Ia menambahkan bahwa pelaku, seorang siswa kelas delapan, mengakhiri hidupnya sendiri di tengah kekacauan yang terjadi. Perlu diketahui, insiden penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turki, sehingga peristiwa ini menimbulkan guncangan luas di masyarakat. Peristiwa Rabu, terjadi setelah penembakan serupa Selasa di provinsi Sanliurfa, ketika seorang mantan siswa melukai sedikitnya 16 orang, termasuk siswa dan guru, sebelum akhirnya bunuh diri. (IHA (Ihlas News Agency) via REUTERS)