Purbaya Pede Investor Raksasa AS Serbu RI: Enggak Lama Lagi!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis investor besar asal Amerika Serikat bakal segera masuk ke Indonesia usai melakukan pertemuan di sela rangkaian International Monetary Fund (IMF) Spring Meetings di Washington DC Amerika Serikat.
Keyakinan itu muncul setelah pemerintah memaparkan prospek ekonomi nasional dan strategi fiskal RI kepada para pelaku pasar global. Adapun sektor yang diminati investor, Purbaya mengatakan mayoritas berasal dari sektor keuangan. Mulai dari fixed income hingga equity.
"Tadi campur, ada yang sebagian fixed income, tapi sebenarnya sebagian juga dari equity. Jadi seharusnya, ini kan financial sector ya. Jadi seharusnya sih enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia, akan kami dorong," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (16/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Purbaya bertemu dengan 18 investor jumbo. Sejumlah nama besar yang hadir di antaranya Fidelity, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), Eaton Vance dan MFS8.
Menurut Purbaya, para investor menaruh perhatian besar terhadap kemampuan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global. Mereka juga ingin memastikan target pertumbuhan yang dikejar pemerintah realistis dan ditopang kebijakan yang kredibel.
"Tadi pagi kita ketemu 18 investor besar di antara yang besar adalah Goldman Sachs sama Fidelity. Mereka sebetulnya ingin menanyakan, ingin tahu kelebihan kita terhadap pertumbuhan, seperti apa dan masuk akal enggak," kata Purbaya.
Menjawab pertanyaan tersebut, pemerintah menjelaskan strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian fiskal. Menurut Purbaya, strategi tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor global.
"Jadi mereka suka sekali dengan penjelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertemuan ekonomi lebih cepat tanpa mengorbankan kehatian-kehatian kebijakan fiskal. Itu yang mereka pegang," ujarnya.
Tak hanya itu, Purbaya mengungkapkan sebelumnya sebagian investor sempat bertanya-tanya mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia. Namun setelah mendapat penjelasan, menurut Purbaya keraguan tersebut hilang.
"Sepertinya selama ini mereka masih agak bingung dengan kebijakan kita. Pertamanya mereka bingung kenapa kita bisa bekerja lebih cepat tapi angkanya tetap terkendali.
Kita jelaskan dengan gamblang-gamblang pada pertemuan tadi pagi," ujarnya.
(mij/mij) Add
source on Google