MARKET DATA

Harga Plastik di RI Meledak, Menperin Minta Tolong Ini ke Industri

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
15 April 2026 13:47
Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memanasnya situasi geopolitik global mulai terasa dampaknya ke sektor industri dalam negeri. Salah satu yang paling terdampak adalah bahan baku plastik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui bahwa kondisi ini akan berdampak langsung pada biaya produksi.

"Pasti ada pengaruhnya, khususnya terhadap cost dan harga plastik," ujar dia di JiExpo Kemayoran, Rabu (15/4/2026).

Kenaikan harga bahan baku berpotensi menekan margin industri, terutama bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah. Pemerintah pun mulai mengarahkan perhatian khusus pada kelompok ini agar tetap mampu bertahan.

"Supplier harus memberi perhatian khusus kepada industri kecil," tegasnya.

Penyesuaian harga menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah untuk menjaga keseimbangan industri.

"Mereka diharapkan bisa menurunkan margin," lanjutnya.

Selain tekanan harga, ketidakpastian global juga memperbesar risiko gangguan pasokan yang bisa berdampak pada produksi. Meski begitu, pemerintah tetap melihat peluang bagi industri untuk bertahan di tengah situasi ini.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara Rabu (15/4/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

"Ketidakpastian ini sudah sering terjadi dan kita mampu melewatinya," katanya.

Pengalaman menghadapi krisis sebelumnya menjadi modal penting bagi industri nasional untuk tetap resilien.

"Resiliensi industri kita terbukti kuat, termasuk saat menghadapi COVID-19," ujarnya.

Optimisme ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus menjaga stabilitas sektor industri di tengah tekanan global.

"Kita harus tetap optimis bahwa kondisi ini akan membaik dalam waktu dekat," pungkasnya.

(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menperin Minta Insentif Mobil Listrik, Purbaya: Nanti Saya Selesaikan!


Most Popular
Features