MARKET DATA

Raksasa Tambang Emas RI Ini Diramal Bisa Setor Rp100 T ke Negara

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
15 April 2026 09:15
Area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), PT Freeport Indonesia (PTFI). (PT Freeport Indonesia
Foto: Area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), PT Freeport Indonesia (PTFI). (PT Freeport Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi terhadap penerimaan negara dari perusahaan akan melonjak hingga US$ 6 miliar atau setara Rp 100 triliun per tahun mulai 2028. Estimasi tersebut sejalan dengan rencana pencapaian kapasitas produksi normal di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) setelah melewati fase pemulihan.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan proyeksi kontribusi tersebut mencakup berbagai komponen mulai dari pajak perseroan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga dividen. Dia mengatakan angka setoran akan terus tumbuh secara signifikan seiring dengan peningkatan volume produksi logam tembaga dan emas.

"Di 2027 akan meningkat totalnya menjadi US$ 4,3 miliar atau ini hampir Rp 70 triliun dan 2028 dan seterusnya sekitar US$ 6 miliar. US$ 6 miliar dolar ini sekitar Rp 100 triliun setiap tahunnya dalam bentuk pajak, PNBP, dan juga dividen bagi negara," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).

Kenaikan setoran negara tersebut didasari oleh asumsi harga mineral yang stabil serta kembalinya operasional ke level normal sebesar 200.000 ton bijih per hari pada 2027. Perusahaan menggunakan asumsi harga tembaga di level US$ 4,75 per pon dan harga emas sebesar US$ 4.000 per ounces dalam hitungan jangka panjang tersebut.

"Dan juga dengan harga-harga mineral seperti saat ini kalau kami mengasumsikan bahwa harga tembaga US$ 4,75 per pon dan harga emas US$ 4.000 per ounces yang saat ini sebenarnya harga emas sudah US$ 5.000 per ounces," tutur Tony.

Pada periode 2028 dan 2029, volume produksi tembaga diprediksi menyentuh angka 1,7 miliar pon tembaga, sementara produksi emas mencapai 43 ton per tahun. Target tersebut merupakan level produksi tertinggi yang akan dijaga secara konsisten untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan negara.

"Di tahun 2028 sudah mencapai level yang lebih tinggi lagi 1,7 miliar pon tembaga dan 43 ton emas dan seterusnya akan berkisar di sekitar angka seperti 2028 dan 2029," jelasnya.

Untuk mendukung target tersebut, PTFI saat ini tengah memastikan keandalan infrastruktur penambangan di Grasberg Block Caving. Perusahaan melakukan berbagai inisiatif guna memastikan kelancaran operasional dan keamanan tambang bawah tanah agar produksi tetap berkelanjutan hingga tahun 2029 dan seterusnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gak Tembus Target, Penjualan Tembaga Freeport Diprediksi 537 Ribu Ton


Most Popular
Features