9 Juta Ton Batu Bara RI Bakal Diubah Jadi Gas, Segini Produksinya
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus mendorong terciptanya hilirisasi batu bara, yang salah satunya dengan mengubah jutaan ton batu bara menjadi produk energi bernilai tambah.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengungkapkan, salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah coal to Synthetic Natural Gas (SNG). Dalam proyek ini, PTBA menyiapkan sekitar 9 juta ton batu bara sebagai bahan baku.
Menurut dia, proyek ini ditujukan untuk menyediakan alternatif pasokan gas, khususnya di wilayah Sumatra Selatan hingga Jawa Barat. Dalam rencana pengembangannya, proyek SNG ditargetkan menghasilkan kapasitas sebesar 237 BBTUD.
"Proyek ini tentunya ditujukan untuk menyediakan alternatif pasokan gas di wilayah Sumatra Selatan hingga Jawa Barat. Kebutuhan batu baranya adalah 9 juta ton. Kemudian proyek ini tentunya akan menghasilkan kapasitas sebesar 237 BBTUD syngas," kata Arsal dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Adapun, dalam skema pengembangannya, PTBA akan membentuk joint venture dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang juga akan menjadi off-taker 100% dari SNG yang dihasilkan.
Selain SNG, PTBA juga mengembangkan proyek hilirisasi coal to dimethyl ether (DME) sebagai substitusi LPG impor. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 1,4 juta ton dan diharapkan mampu memberikan nilai tambah hingga 4,3 kali lipat.
Dalam implementasinya PTBA akan berperan sebagai operator pabrik sekaligus pemasok batu bara. Sementara Pertamina akan menjadi offtaker yang menyerap seluruh produksi DME.
"Ini masih berproses kami berjalan dengan Danantara mudah-mudahan keekonomiannya nanti bisa membuat PTBA menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]