07:04
Video: Gak Cuma UMKM, Lonjakan Harga Plastik Hantam Alkes-Konstruksi
Jakarta, CNBC Indonesia- Kenaikan harga minyak mentah global yang menjadi bahan baku pembuatan plastik menyebabkan industri terkait harus menanggung lonjakan biaya produksi.
Sekretaris Jenderal INAPLAS (Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia), Fajar Budino menyebutkan harga bahan baku plastik yang semula dikisaran USD 1.000 per metrik ton naik hingga USD 1.800 per metrik akan berdampak kepada industri yang membutuhkan plastik seperti produsen kemasan mamin, otomotif, konstruksi, elektronik Alat kesehatan hingga produk rumah tangga.
Menghadapi kondisi ini, industri dituntut untuk melakukan inovasi dalam menyiasati penggunaan bahan baku plastik yang harganya tengah melonjak. Pelaku usaha juga berhadap dukungan pemerintah untuk menjaga daya tahan industri hulu-hilir melalui insentif pajak hingga kemudahan aturan.
Seperti apa dampak kenaikan harga plastik? Selengkapnya simak dialog Dina Gurning dengan Sekretaris Jenderal INAPLAS (Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia), Fajar Budino dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)
Addsource on Google