Internasional

Serangan Baru Israel Hantam Pemakaman, Bayi Ikut Tewas

tfa, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 06:16 WIB
Foto: REUTERS/Amir Cohen

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan militer Israel kembali menghantam wilayah selatan Lebanon di tengah harapan gencatan senjata. Kali ini, serangan terjadi saat sebuah keluarga tengah menggelar pemakaman, menewaskan seorang bayi perempuan dan sejumlah warga sipil lainnya.

Insiden tragis tersebut terjadi di Desa Srifa pada Rabu, bertepatan dengan hari pertama gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Warga yang sebelumnya berharap situasi mereda justru kembali dikejutkan oleh serangan udara yang mematikan.

Aline Saeed (7) menjadi salah satu korban selamat dalam peristiwa itu. Dengan kondisi terluka dan tubuh dibalut perban, ia nyaris kehilangan nyawa saat serangan menghantam rumah keluarganya, tempat prosesi pemakaman ayahnya berlangsung.


Serangan tersebut tidak hanya merenggut nyawa sang ayah yang baru dimakamkan, tetapi juga menewaskan adik perempuan Aline, Taleen, yang belum genap berusia dua tahun, serta sejumlah kerabat lainnya.

"Mereka bilang itu gencatan senjata. Kami datang ke desa untuk menghadiri pemakaman, membaca doa, lalu berjalan pulang. Tiba-tiba kami merasa seperti badai menerjang kami," ujar Nasser Saeed (64), kakek Aline yang turut selamat dari serangan tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (13/4/2026).

Saeed mengecam keras serangan yang menewaskan cucunya. "Ini bukan kemanusiaan. Ini adalah kejahatan perang," katanya.

Pada Minggu, keluarga kembali harus menghadapi duka mendalam saat mengambil jenazah para korban di kota pelabuhan Tyre. Salah satu peti berukuran kecil berisi jasad Taleen, yang menjadi simbol pilu korban sipil dalam konflik berkepanjangan ini.

Militer Israel menyatakan belum memiliki cukup rincian untuk menyelidiki insiden tersebut. Mereka juga menegaskan telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan korban sipil dalam operasi militer yang menargetkan kelompok Hizbullah.

Konflik di Lebanon sendiri kembali memanas sejak 2 Maret, ketika Hizbullah melancarkan serangan ke posisi Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Sejak itu, serangan balasan Israel terus meningkat, menewaskan lebih dari 2.000 orang, termasuk anak-anak dan perempuan.

Serangan pada Rabu disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan total korban jiwa di seluruh Lebanon pada hari itu mencapai lebih dari 350 orang.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Netanyahu Tiba-Tiba Ajak Lebanon Berunding, Ada Apa?